0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Equityworld Futures Medan – Pembiayaan Melesat, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56% per Juni 2026 | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Bank Mega Syariah mencatatkan laba sebelum pajak tembus Rp137 miliar pada bulan Juni 2026. Perolehan itu tumbuh 17,56% pada dibandingkan Juni 2025 yang mencapai lebih dari Rp117 miliar. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari fungsi intermediasi, di mana pada periode yang sama, total pembiayaan Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp10 triliun.

Jumlah itu tumbuh lebih dari 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pembiayaan terutama didorong oleh segmen komersial, khususnya corporate banking dan business banking, serta didukung pertumbuhan pembiayaan ritel melalui Syariah Card dan pembiayaan konsumer.

Segmen komersial naik menjadi lebih dari Rp5,96 triliun per Juni 2026. Segmen ini mencatat kenaikan lebih dari 15% secara year to date (ytd).

Di dalamnya, pembiayaan corporate banking menjadi kontributor utama dengan outstanding lebih dari Rp4,5 triliun, atau meningkat hingga di atas 16% dibandingkan posisi akhir 2025. Sementara itu, pembiayaan business banking juga tumbuh Rp156,0 miliar atau sekitar 12% menjadi Rp1,45 triliun dibandingkan posisi akhir 2025. Selain segmen komersial, pembiayaan ritel juga menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Apa manfaatnya?

Pembiayaan Syariah Card tercatat mencapai lebih dari Rp325,4 miliar, tumbuh hingga lebih dari 67% secara tahunan. Adapun pembiayaan konsumer mencapai Rp601,0 miliar atau meningkat sebesar 17,73% dibandingkan Juni 2025. “Pertumbuhan pembiayaan yang sehat menjadi salah satu fokus utama Bank Mega Syariah. Kami terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kualitas portofolio, dan kontribusi yang berkelanjutan terhadap profitabilitas bank,” ujar Hanie Dewita, Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Perbaikan komposisi dana murah terutama terlihat pada segmen retail. DPK retail tercatat sebesar Rp5,84 triliun per Juni 2026, meningkat lebih dari 3,6% dibandingkan bulan sebelumnya.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *