0 0
Read Time:4 Minute, 8 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Asing Net Sell Rp221 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Investor asing kembali membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) pada perdagangan sesi I Kamis (9/7/2026), meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis (9/7/2026), seiring pelaku pasar masih mencermati sentimen global serta menanti sejumlah katalis ekonomi. Pada akhir sesi pertama hari ini, IHSG bertengger di level 5.885,69, naik 12,32 poin atau 0,21% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp221,68 miliar di seluruh pasar (all market). Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I tercatat mencapai Rp4,32 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,05 triliun dan foreign sell Rp2,27 triliun. Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dengan nilai mencapai Rp138,39 miliar.

Di posisi berikutnya terdapat PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang dilepas asing senilai Rp73,71 miliar. investor asing juga tercatat melakukan aksi jual pada PT Astra International Tbk. (ASII) sebesar Rp30,39 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp27,46 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp18,77 miliar, serta PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) Rp16,45 miliar. Tekanan jual juga terlihat pada PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sebesar Rp13,03 miliar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp11,88 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp8,88 miliar, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) Rp6,85 miliar. Di tengah derasnya aksi jual asing, sejumlah saham masih menjadi incaran investor global.

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp262,08 miliar – jauh melampaui saham lainnya. asing juga memborong PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) senilai Rp53,96 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp19,42 miliar, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) Rp7,19 miliar, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) Rp6,86 miliar, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) Rp6,64 miliar.Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Kamis (9/7/2026). PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) – Rp262,08 miliarPT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp53,96 miliarPT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) – Rp19,42 miliarPT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) – Rp7,19 miliarPT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) – Rp6,86 miliarPT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) – Rp6,64 miliarPT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) – Rp6,47 miliarPT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp5,64 miliarPT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) – Rp5,23 miliarPT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) – Rp5,13 miliar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp138,39 miliarPT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) – Rp73,71 miliarPT Astra International Tbk. (ASII) – Rp30,39 miliarPT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) – Rp27,46 miliarPT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) – Rp18,77 miliarPT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) – Rp16,45 miliarPT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) – Rp13,03 miliarPT Barito Pacific Tbk. (BRPT) – Rp11,88 miliarPT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) – Rp8,88 miliarPT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) – Rp6,85 miliar

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *