Equityworld Futures Medan – IMF Buktikan Dunia Belum Bisa Lepas dari Dolar AS | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan taringnya sebagai mata uang cadangan utama dunia saat ini. Setelah sempat terus terkikis pada 2025, pangsa dolar dalam cadangan devisa global justru kembali naik pada kuartal pertama 2026. Mengutip laporan terbaru International Monetary Fund (IMF) dalam Currency Composition of Official Foreign Exchange Reserves (COFER), total cadangan devisa global turun tipis menjadi US$13,10 triliun pada kuartal I-2026. Pada kuartal sebelumnya, nilainya berada di US$13,15 triliun. Meski total cadangan turun, porsi dolar AS justru meningkat.
Pangsa dolar dalam cadangan devisa global naik menjadi 57,13% pada kuartal I-2026, dari 56,42% pada kuartal IV-2025. Kenaikan ini menjadi menarik karena pada 2025 narasi pelemahan dominasi dolar cukup kuat.
Porsi dolar sempat turun dan berada di level terendah dalam beberapa dekade terakhir. Tapi rilis terbaru IMF menunjukkan posisi dolar belum mudah digeser. Hanya saja, kenaikan pangsa dolar kali ini tidak sepenuhnya terjadi karena bank sentral dunia kembali memborong aset dolar secara besar-besaran. // IMF menjelaskan, penguatan ringan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menjadi salah satu faktor penting di balik kenaikan pangsa dolar pada kuartal I-2026.
Bagaimana cara kerjanya?
Efek valuasi akibat perubahan kurs menyumbang sekitar setengah dari kenaikan tersebut. Jadi, saat dolar AS menguat terhadap mata uang lain, nilai cadangan devisa yang berdenominasi dolar otomatis terlihat lebih besar dalam perhitungan global. Ini membuat porsi dolar naik, meskipun belum tentu seluruh kenaikan berasal dari pembelian baru oleh bank sentral.
Kenaikan pangsa dolar pada awal 2026 tidak serta-merta menghapus cerita besar soal dedolarisasi. Dalam jangka panjang, porsi dolar dalam cadangan devisa global tetap jauh lebih rendah dibanding masa jayanya.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 T ke Negara, Dukung Fiskal Nasional | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Pemerintah Stop Minyakita untuk Bantuan Pangan | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Dibuka Meroket 1,43 Persen, Wall Street Menguat dan Bursa Asia Kompak Melemah | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
