Equityworld Futures Medan – Kospi Korea Anjlok 8%, Saham Teknologi Ambruk Berjamaah | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks acuan utama bursa Korea Selatan, KOSPI, anjlok lebih dari 8% tertekan kinerja saham-saham teknologi yang ambruk pada perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026). Saham Samsung Electronics dan SK Hynix anjlok dan menyeret indeks acuan Korea Selatan Kospi turun setelah indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi merosot tajam semalam. Saham Samsung Electronics anjlok lebih dari 7% sementara SK Hynix merosot lebih dari 9% pada pembukaan perdagangan, menghapus miliar dolar nilai pasar karena produsen chip terbesar di Asia ini menanggung dampak terberat dari aksi jual saham teknologi global.
SK Square, pemegang saham terbesar SK Hynix, turun 13,2% menjadi KRW 1.525.000 saham, mencerminkan kerugian yang lebih luas di sektor semikonduktor. Saham Samsung Electronics turun 9,06% menjadi 286.000 saham sementara SK Hynix turun 14,57% menjadi KRW 2.187.000 saham, mengakhiri sesi perdagangan dengan penurunan tajam.
Samsung dan SK Hynix kini menyumbang sekitar setengah dari total bobot Kospi, naik dari sekitar seperempat pada akhir tahun lalu,” kata Zavier Wong, analis pasar di eToro, dalam sebuah catatan, menyoroti pengaruh besar perusahaan-perusahaan besar tersebut terhadap indeks acuan negara itu. “Pergerakan tajam pada salah satu saham tersebut akan menyeret seluruh indeks bersamanya sebelum sekitar sembilan ratus perusahaan terdaftar lainnya sempat memberikan pengaruh.” Saham-saham teknologi Hong Kong dan Tiongkok juga mengalami aksi jual besar-besaran, memperpanjang penurunan di kawasan tersebut. Saham Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) yang terdaftar di Hong Kong, produsen dan pabrik chip kontrak terbesar di Tiongkok, turun lebih dari 11%, sementara Hua Hong Grace, pabrik semikonduktor Tiongkok lainnya yang terdaftar di kota tersebut, anjlok 14%. Knowledge Atlas Technology, entitas yang terdaftar di Hong Kong di balik pengembang model AI Tiongkok Zhipu, anjlok lebih dari 17% sementara perusahaan chip Shanghai Iluvatar CoreX Semiconductor turun hampir 18%. Aksi jual di Asia ini mengikuti awal Juli yang suram bagi Nasdaq karena investor secara agresif menjual saham-saham chip.
Apa manfaatnya?
Pada sesi Rabu di Wall Street, saham Micron Technology anjlok lebih dari 10%, meskipun telah mencatatkan kenaikan luar biasa sebesar 260% sejak awal tahun, sementara Sandisk juga turun lebih dari 10% semalam. Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa lainnya, termasuk Nvidia dan Broadcom, juga ikut mengalami penurunan. penurunan, turun antara 1% dan 2%.
CEO SK Hynix, Kwak Noh-jung, mengatakan pada Kamis pagi bahwa perusahaan berencana untuk menginvestasikan KRW 100 triliun (US$64,37 miliar) di Korea Selatan, dengan pembangunan pabrik fabrikasi M17 yang akan dimulai tahun depan dan operasi ditargetkan pada paruh pertama tahun 2029 di wilayah Chungcheong tengah negara itu.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Pasar Modal RI Masuk Babak Baru: 6 Kebijakan Ini Untungkan Investor? | Equityworld EWF Medan
- → Generasi Baru Ubah Arah Industri Air Minum Kemasan, Siapa Pemenangnya? | Equityworld EWF Medan
- → Breaking News! Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.350 US$ | Equityworld EWF Medan
