0 0
Read Time:3 Minute, 47 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Breaking, IHSG Awali Perdagangan Menguat 1% Lebih | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis pada perdagangan Rabu (1/7/2026), Tapi dengan cepat IHSG langsung berbalik melesat di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,05% atau terkoreksi 3 poin ke level 5.640,61.Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp 156,13 miliar dengan volume perdagangan 116,23 juta saham yang diperdagangkan dalam 23.906 kali transaksi. Sebanyak 183 saham menguat, 112 saham melemah, sementara 278 saham bergerak stagnan.Beberapa menit setelah pasar buka, IHSG tercatat berbalik arah ke zona hijau dan menguat hingga 1,09% dan menyentuh level psikologis 5.700.Adapun emiten dengan nilai transaksi terbesar pada awal perdagangan hari ini adalah BBCA, BBRI, BMRI, DSSA dan MAPI. Mengawali hari pertama di semester II-2026, pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi banyak tantangan, baik dari faktor dalam ataupun luar negeri.

Berikut sejumlah sentimen penggerak pasar keuangan hari ini: Hari ini S&P Global akan mengumumkan data PMI Manufaktur Indonesia pada hari ini, Rabu (1/7/2026). Sebagai catatan, data Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukkan PMI Indonesia berada di 50,0 pada April 2026. Angka ini merupakan perbaikan setelah PMI mencatat kontraksi pada April 2026 (49,1).PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi.

Kenapa ini penting?

Sementara di bawah itu artinya kontraksi. Kemudian, Badan Pusat Statistik akan mempublikasikan data inflasi Indonesia periode Juni 2026. Sebagai catatan, pada Mei 2026, inflasi tahunan Indonesia terakselerasi menjadi 3,08%, naik dari 2,42% pada bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi 2,97%.Kenaikan ini utamanya didorong oleh sektor makanan yang melonjak 4,94% akibat tingginya harga bahan pokok dan biaya distribusi di berbagai daerah. tekanan harga juga terlihat pada sektor perumahan, transportasi, hingga perawatan kesehatan.Secara bulanan, indeks harga konsumen meningkat 0,28%.

Untuk rilis bulan Juni, konsensus memproyeksikan inflasi akan memiliki kecenderungan naik tipis ke level 3,1% Inflasi Indonesia diperkirakan kembali meningkat pada Juni 2026 seiring kenaikan harga pangan dan lonjakan harga BBM non-subsidi di tengah pelemahan rupiah. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi pada Rabu (1/7/2026).Konsensus PT Equityworld Futures dari 13 institusi memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi 0,30% secara bulanan (mtm) dan 3,2% secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan realisasi Mei yang tercatat 0,28% (mtm) dan 3,08% (yoy). BPS juga dijadwalkan merilis data neraca perdagangan Indonesia untuk bulan Mei 2026.Kinerja neraca perdagangan nasional sebelumnya menjadi sorotan setelah surplus pada April 2026 menyusut tajam menjadi US$ 0,09 miliar, jauh di bawah ekspektasi US$ 1,5 miliar, dan menjadi surplus terkecil sejak April 2020.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *