0 0
Read Time:2 Minute, 50 Second

Equityworld Futures Medan – Siap-Siap! 10 ‘Bom Waktu’ Kepung RI Pekan Ini, Inflasi-Pidato The Fed | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada akhir pekan lalu. IHSG melemah sementara rupiah menguat tipis. Pasar keuangan Indonesia diharapkan kompak menguat pada hari ini.

Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen pasar hari ini dan satu pekan ke depan bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (26/6/2026), terkoreksi 1,72% atau 103 poin ke level 5.896,13 setelah sempat dibuka menguat dan menyentuh level tertinggi 6.045. Tekanan jual mendominasi pasar dengan 562 saham turun, hanya 123 saham naik, sementara nilai transaksi mencapai Rp12,73 triliun. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor utilitas, barang baku, konsumer non-primer, serta properti. // Sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang membebani pasar. Data terbaru menunjukkan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat pada Mei 2026 meningkat menjadi 4,1% secara tahunan, tertinggi sejak April 2023, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal I direvisi naik menjadi 2,1% dan klaim pengangguran turun menjadi 215.000.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati keputusan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum menjadi 3,75% untuk periode 1 Juli-30 September 2026. Di sisi lain, pemerintah memastikan penerbitan Panda Bond berdenominasi yuan tetap ditargetkan pada awal Juli 2026 sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan dan perluasan akses pendanaan di pasar keuangan China.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Dampak ke Pasar: Kebijakan The Fed berpengaruh terhadap aliran modal asing dan stabilitas rupiah. Kenaikan suku bunga The Fed cenderung mendorong penguatan dolar AS dan berpotensi menekan aset berisiko termasuk saham emerging market seperti Indonesia.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *