0 0
Read Time:2 Minute, 43 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Penasihat Presiden Buka Suara Soal Efek BI Rate 5,75% ke Industri | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menanggapi perihal kenaikan suku bunga acuan, BI Rate hingga mencapai 5,75%, yang dinilai sejumlah pihak tidak pro-industri dan pekerja. Said Iqbal mengungkapkan kenaikan suku bunga acuan tidak bisa dihindari. Hal ini, menurutnya, merupakan langkah untuk menstabilkan nilai tukar terhadap dolar AS. Menurutnya, Bank Indonesia (BI) selama ini telah melakukan intervensi di pasar dengan memanfaatkan cadangan devisa.

Tapi hal tersebut tidak bisa terus menerus dilakukan BI. Pasalnya masalah fundamental yang terjadi adalah soal kepercayaan investor asing. “Investor asing kan yang setiap hari menarik modalnya atau keluar, outflow dalam sistem pasar modal di Indonesia, maka cara yang kedua yang digunakan BI. Mau tidak mau, untuk sementara ini, sebelum ekonomi normal atau kepercayaan masih pada titik yang rendah, maka (langkahnya) adalah menaikkan suku bunga,” papar Said.

Bagaimana cara kerjanya?

Menurutnya, kondisi ini bak ‘buah simalakama’, tetapi BI sudah mempertimbangkan langkah ini. Dia yakin kebijakan BI ini untuk jangka pendek, ketika kondisi kembali normal, suku bunga acuan akan dikembalikan. “Tidak untuk jangka selamanya.

Karena satu ketika kalau ekonomi sudah mulai normal, dolar sudah mulai, rupiah mulai menguat terhadap dolar, ya dikembalikan ke suku bunga agar industri bisa meminjam kredit usaha dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah,” paparnya. Dia mengakui banyak perusahaan yang mengalami tekanan akibat kenaikan dolar AS, terutama perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor. Contohnya, perusahaan obat-obatan PT Molex Ayus Pharmaceutical yang dikabarkan melakukan ancaman PHK akibat tidak mampu memenuhi permintaan kenaikan upah minumum pekerja. Menurut Said, perusahaan seperti Molex Ayus kesulitan karena bahan baku produksi dibeli dengan dolar AS, sementara produknya dijual di dalam negeri dalam rupiah.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *