0 0
Read Time:3 Minute, 37 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Panda Bond: Cara Purbaya Lepaskan RI dari Ketergantungan Dolar | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan alasan penerbitan surat utang berdenominasi yuan atau Panda Bond yang diperkirakan akan diterbitkan beberapa hari kedepan. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Herman Saheruddin mengatakan alasan diterbitkannya Panda Bond ini merupakan salah satu bentuk diversifikasi pembiayaan. “Alasan penerbitan Panda Bond ya untuk mencari sumber pembiayaan yang lain atau dapat dikatakan diversifikasi. Jadi dengan adanya diversifikasi ini, harapannya adalah risiko beban APBN kita dari pembiayaan utang yang bersumber dari risiko nilai tukar itu dapat didiversifikasi, dan kita bisa mengurangi dampak dari ketergantungan dolar AS,” kata Herman saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (26/6/2026). Dengan adanya sumber pembiayaan lain, menurutnya, fluktuasi dolar yang signifikan itu dampaknya kepada APBN tidak sebesar tahun-tahun, seperti 1998 silam. “Salah satu upaya diversifikasi ini kita masuk ke negara-negara yang demandnya ada, istilahnya yang punya uang dan mau menghargai reputasi Indonesia seperti fundamentalnya, salah satunya ya China,” lanjutnya.

Herman memandang China menjadi salah satu negara yang dapat membantu diversifikasi pembiayaan, karena peringkat surat utang ini masih mencerminkan fundamental Indonesia. “China itu adalah salah satu dari beberapa negara yang tertarik untuk melakukan pembiayaan ke Indonesia dengan membeli surat utang kita dengan pricing yang make sense, artinya tidak jauh dari fundamental kita,” jelasnya. alasan penerbitan surat utang ini tak lain agar diversifikasi mata uang lainnya bisa dilakukan, sehingga meminimalisir dampak dari penguatan dolar AS. “Sekarang kita melakukan diversifikasi. Kalau kita terlalu banyak tergantung dari dolar AS, saya pikir akan menjadi kurang stabil, APBN akan terus tekor jika kita hanya mengandalkan dolar AS,” terangnya. Sebelumnya, dalam rapat dengan DPD RI (22/6/2026), Purbaya menegaskan Panda Bond menjadi sangat strategis bagi pemerintah Indonesia karena menjadi bagian dari upaya diversifikasi surat utang pemerintah dengan tujuan akhir memperkuat stabilitas kurs rupiah. “Jangan dolar base saja, tapi ke yuan base kan sama besarnya itu negara kan, dia kedua terbesar di dunia dan kita punya bilateral swap agreement dengan China, local currency transaction, katanya BI dengan di sana. Jadi dengan cara itu tekanan ke rupiah akan melemah secara signifikan,” papar Purbaya.

Dia pun menjelaskan bahwa bunga yang ditanggung pemerintah dari Panda Bond akan lebih murah dibandingkan surat utang berdenominasi dolar AS. “Di China tuh Panda Bond, kita expect lebih murah ya bunganya dibanding Amerika, dolar base,” katanya. Diapun menjelaskan konsep penerbitan Panda Bond akan menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT) alias tidak memerlukan konversi ke dolar Amerika Serikat. “Saya lagi pikir juga mungkin nanti penerbitan Panda Bond kita pakai LCT saja di mana mereka cuma bayarnya pakai yuan, bank central di sana sama di sini atur.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *