0 0
Read Time:3 Minute, 47 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Harga Emas Babak Belur ‘Dihajar’ Ekspektasi Suku Bunga The Fed | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Harga emas dunia menutup akhir pekan ini dengan penguatan nyaris 2 persen, melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya. Berdasarkan data Refinitiv, harga emas dunia pada perdagangan Jumat (26/6/2026) ditutup di US$4.088,23 per troy ons atau melaju 1,55% dari posisi hari kemarin. Sementara secara mingguan, kinerja emas tercatat masih melemah 1.73% dibandingkan pekan lalu. // Harga emas dunia sepanjang minggu ini berada dalam tren penurunan, bahkan dalam titik terendah menyentuh US$3.958 per troy ons pada Rabu (24/6/2026) dan posisi terendah sejak November 2026. Tren bearish emas dunia pada pekan ini, termasuk yang menyeretnya ke posisi terendah dalam tujuh bulan tersebut adalah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga.

Penguatan dolar AS membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan. Pelaku pasar juga semakin yakin bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini setelah bank sentral mengadopsi nada yang lebih hawkish dalam pertemuan kebijakan terakhirnya. Kekhawatiran inflasi akibat perang Iran juga memperkuat ekspektasi tersebut. “Pasar kini mulai memperkirakan kenaikan suku bunga bisa terjadi secepat September. Sikap hawkish The Fed, lonjakan dolar AS ke level tertinggi dalam 13 bulan, serta menurunnya ekspektasi inflasi memberikan tekanan besar terhadap logam mulia,” ujar Tai Wong, pedagang logam independen.

Ia menambahkan, emas memiliki level dukungan (support) di bawah US$3.900 per troy ons, sementara pembelian oleh bank-bank sentral masih terus berlangsung sehingga peluang terjadinya kejatuhan harga yang lebih dalam relatif kecil. “Tapi emas kemungkinan akan memasuki periode konsolidasi yang cukup panjang karena saat ini aset tersebut mulai kehilangan daya tarik di mata investor,” katanya. Emas cenderung kurang diminati ketika suku bunga naik karena tidak memberikan imbal hasil (yield). Adapun harga emas mulai bangkit pada dua hari perdagangan di penghujung pekan didorong oleh inflasi Amerika Serikat (AS) dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar.

Bagaimana cara kerjanya?

Kondisi ini meredakan sebagian kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera menaikkan suku bunga, sekaligus mendorong pelemahan dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. “Data PCE tampaknya sebagian besar sesuai dengan ekspektasi. Itu menjadi salah satu alasan mengapa harga emas relatif stabil hari ini,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, kepada Reuters. Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS melonjak 4,1% dalam 12 bulan hingga Mei. Angka tersebut merupakan kenaikan terbesar sekaligus pertama kalinya inflasi PCE menembus level 4% sejak April 2023.

Hasil ini sejalan dengan proyeksi ekonom yang disurvei Reuters.

Dampak ke Pasar: Kebijakan The Fed berpengaruh terhadap aliran modal asing dan stabilitas rupiah. Kenaikan suku bunga The Fed cenderung mendorong penguatan dolar AS dan berpotensi menekan aset berisiko termasuk saham emerging market seperti Indonesia.

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *