Equityworld Futures Medan – OJK Serukan Opsi Merger Buat Bank Penuhi Free Float Saham 15% | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut opsi konsolidasi dapat ditempuh oleh emiten perbankan yang belum memenuhi ketentuan free float saham 15%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan peraturan itu wajib untuk seluruh perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, hal itu dapat ditempuh melalui penyesuaian struktur kepemilikan saham atau dengan merger antara dua entitas bank atau lebih. “OJK menegaskan bahwa kewajiban free float bagi emiten perbankan yang tercatat di pasar modal dapat dipenuhi melalui penyesuaian struktur kepemilikan sahamnya sampai dengan jumlah free float saham terpenuhi antara lain melalui Penggabungan (merger) 2 (dua) atau lebih bank,” ujar Dian dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).
Ia mengatakan mekanisme pelaksanaan free float maupun Penggabungan bank mengacu pada ketentuan pasar modal yang berlaku. Baru-baru ini, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) menjadi sorotan sebagai bank yang tingkat free float sahamnya hanya mencapai 7,47%. Kabar mencuat bahwa bank papan tengah itu memiliki opsi untuk delisting atau melakukan aksi merger dengan bank lain. Bank Danamon kemudian mengumumkan penjajakan integrasi dengan MUFG Indonesia.
Direktur Bank Danamon, Rita Mirasari kemudian menyampaikan kepada PT Equityworld Futures belum memiliki rencana untuk go private. Ia mengatakan pihaknya akan memenuhi ketentuan tingkat free float saham minimum 15%, dan terus berdiskusi dengan OJK guna merealisasikannya. “Ya kan kita akan ikutin ketentuan dari regulator. Nanti kita ikutin. Kita akan banyak diskusi kok sama OJK,” tutur Rita kepada PT Equityworld Futures saat ditemui di Perbanas Institute, Selasa (2/6/2026).
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Saham IPO dari Rp200 Jadi Rp 8.000, DPR Curiga Ada Manipulasi Harga | Equityworld EWF Medan
- → Unitlink Sequis Life Moncer, Produk Dolar dan Pasar Uang Jadi Andalan | Equityworld EWF Medan
- → Valuasi IHSG Murah, Bos OJK Sebut Momentum Baik Bagi Investor | Equityworld EWF Medan
