Equityworld Futures Medan – Begini Cara BI Atasi Efek Dolar Rp17.800 Kerek Harga Barang Impor | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Bank Indonesia (BI) membeberkan cara mengurangi dampak dari kenaikan dolar Amerika Serikat (AS) dan pelemahan rupiah terhadap barang-barang impor alias imported inflation. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan untuk mengurangi dampak dari imported inflation, bank sentral sudah melakukan upaya stabilisasi rupiah agar kenaikan harga barang impor tidak terlalu besar. “Imported inflation itu tentunya menjadi konsideran kami juga, jadi inflasi ke depan memang salah satu yang kita lihat selain tadi volatile food karena iklim, imported inflation juga kita lihat,” kata Destry dalam Economic Update 2026 PT Equityworld Futures dikutip Rabu (24/6/2026). “Kita bisa tangani apa?
Rupiahnya, jadi bagaimana stabilitas rupiah, bagaimana juga kita menjaga supaya tidak terlalu dalam depresiasinya,” tegasnya. Selain imported inflation, pihaknya juga tengah memperhatikan inflasi makanan yang bergejolak, yang membuat beberapa harga pangan lebih tinggi dari harga acuan. “Terkait pangan berkaitan dengan ada satu masa namanya harga cabai bisa di atas harga daging gitu ya. Secara common sense, kok bisa harga cabai di atas daging, memang stoknya enggak ada?
Atau bagaimana,” tambah Destry. Untuk mengantisipasi agar fenomena tingginya volatile food tidak berlangsung lama, BI juga berperan aktif agar beberapa daerah, terutama daerah yang memiliki kantor perwakilan BI bisa meminimalisir dampak dari inflasi makanan yang berfluktuasi. “Jadi, Bank Indonesia punya program yang bekerja sama antara 46 kantor perwakilan Bank di seluruh Indonesia dengan pemerintah daerah dan lembaga setempat, untuk bisa mengaddress beberapa isu nasional, salah satunya penanganan inflasi, terkhusus inflasi pangan,” lanjutnya. Dalam kerja sama tersebut, BI akan menjadi advisor memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait sumber inflasi, agar tingkat inflasi daerah setempat bisa diminimalisir. “Kita sebagai advisor memberikan masukan kepada pemerintah daerah, kemudian kita juga lihat sumber inflasinya apa di daerah ini. Kalau misalnya pangan, oke, Bank Indonesia bersama-sama dengan yang lain, kita bantu misalnya apakah petani mau kita bantu dengan smart farming atau banyak hal lah misalnya UMKM disana, kita berdayakan juga,” terangnya.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Desa BRILiaN Tompobulu: Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dorong Ekonomi Berkelanjutan | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Rencana Pungutan Bea Keluar Batu Bara, Emiten Mana Paling Terpukul? | Equityworld EWF Medan
- → Simak! Ini Ketentuan dan Peran Free Float dalam Pencatatan Saham | Equityworld EWF Medan
