Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Momen Purbaya Bingung Rupiah Anjlok Tapi Rapor Ekonomi RI Oke | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merasa heran dengan kondisi nilai tukar rupiah yang melemah beberapa waktu lalu. Padahal, dia melihat rapor dari indikator ekonomi Indonesia tetap baik dan kuat.
Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia sejauh ini memiliki fundamental yang baik dengan pertumbuhan yang solid dan daya beli masyarakat terjaga. Tapi dirinya heran kenapa banyak sentimen negatif hingga mengaitkan pada krisis moneter (krismon) 1998 akibat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sempat menyentuh Rp18.000/1US$. “Jadi agak aneh.
Kenapa ini penting?
Ketika ekonominya bagus, tumbuh 5,6%, masi terkendali, daya beli masyarakat terjaga, timbul seolah-olah kesan bahwa kita akan memburuk ekonominya seperti 1997-1998. Karena sebagian kalangan menunjuk pelemahan rupiah,” ujarnya kepada PT Equityworld Futures dikutip Senin (22/6/2026). Tapi Purbaya percaya jika pemerintah mampu menjaga pondasi ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini, sentimen negatif terhadap ekonomi Indonesia pun akan memudar.
Ujung-ujungnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing pun akan turut stabil bahkan menguat. “Tapi saya percaya kalau kita terus menjaga pondasi ekonomi kita beberapa bulan ke depan, pandangannya negatif kepada ekonomi kita juga akan melihat bahwa ternyata ekonomi kita tidak seburuk yang digemborkan,” kata Purbaya. Menteri Keuangan itu bahkan berujar bahwa saat ini ekonomi Indonesia tengah mengalami akselerasi ketimbang melemah. Ini sebagai bukti jika berbagai kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah tepat sasaran, tepat waktu, dan mulai berkurang kebocoran yang selama ini ada. “Malah sedang mengalami akselerasi dan akan lebih baik ke depan terus. Jadi ini juga menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan Bapak Presiden tepat sasaran, tepat waktu, dan tidak bocor. Ada (bocor) sedikit, tapi dikurangin terus,” imbuh Purbaya.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri mampu tumbuh 5,61% pada kuartal pertama 2026 dan ditargetkan mampu tumbuh 5,7% pada kuartal kedua 2026. Sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% pada kuartal pertama, Tapi nilai tukar rupiah malah mencapai posisi terendah sepanjang sejarah. Pada penutupan perdagangan Senin lalu (8/6/2026) rupiah melemah 0,89% dengan nilai tukar US$1 telah mencapai Rp 18.180 dan menjadi rekor terendah baru mata uang Garuda. Selang seminggu kemudian, rupiah berangsur menguat hingga Jumat (19/6/2026) mata uang Garuda ditutup di posisi Rp17.775/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,42%.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Rupiah Ditutup Perkasa, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.950 | Equityworld EWF Medan
- → Nasabah Bank Emas Melonjak Menjadi 5,7 Juta | Equityworld EWF Medan
- → Bandung Berupaya Jaga Keberlangsungan Industri Tahu Tempe | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
