0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Equityworld Futures Medan – BI Rate Naik Agresif, Bom Waktu Properti RI Mulai Berdetak | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Di tengah era suku bunga tinggi saat ini, salah satu sektor yang paling terdampak adalah properti. Bank Indonesia sudah mengerek suku bunga secara agresif. Sejak tanggal 18 Mei 2026 hingga saat ini telah meningkatkan suku bunga acuan sebesar 100 bps dari level 4,75% ke level 5.75%. Secara historis siklus pengetatan kebijakan moneter yang agresif dari Bank Indonesia pada periode 2022 hingga 2023 memperlihatkan efek tekan yang signifikan terhadap dinamika penyaluran kredit properti.

Ketika suku bunga acuan ditahan pada level 6% pada akhir tahun 2023, laju pertumbuhan kredit KPR dan KPA masih mampu mencatatkan angka ekspansi sebesar 12,1% (yoy) dengan total nilai mencapai Rp692,2 triliun. Kinerja ini pada akhirnya menopang total kredit properti secara keseluruhan yang masih tumbuh positif sebesar 7,6% (yoy) menjadi Rp1.303,7 triliun pada periode Desember 2023. Tapi akumulasi beban suku bunga tinggi tersebut pada akhirnya mulai menggerus daya beli riil masyarakat pada periode berikutnya.
// Memasuki akhir tahun 2024, transmisi beban suku bunga kredit mengambang mulai menekan ketahanan finansial konsumen perbankan. Pertumbuhan total penyaluran kredit properti secara agregat mengalami deselerasi menjadi 6,5% (yoy) dengan nilai Rp1.412,3 triliun pada Desember 2024.

Perlambatan ini sejalan dengan tren penurunan pada pertumbuhan kredit ritel KPR dan KPA yang merosot menjadi 10,0% (yoy). Pada saat yang sama, aktivitas kredit konstruksi nyaris stagnan dengan mencatatkan angka pertumbuhan hanya sebesar 0,01% (yoy) senilai Rp393,1 triliun. Situasi ini mengkonfirmasi kehati-hatian pihak pengembang dalam berekspansi di tengah tertahannya serapan pasar akibat suku bunga acuan yang masih berada di level restriktif. // Perubahan dinamika struktural yang drastis tercatat pada tahun 2025 seiring berjalannya pelonggaran kebijakan moneter yang menekan suku bunga acuan ke level 4,75% pada akhir tahun tersebut.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *