0 0
Read Time:2 Minute, 46 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Ekonom BSI (BRIS) Prediksi BI Kerek Suku Bunga 25 Bps | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Office of Chief Economist (OCE) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) meyakini Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan alias BI Rate setidaknya 25 basis poin (bps) di rapat dewan gubernur (RDG) siang ini. Chief Economist BSI, Banjaran Surya Indrastomo menilai ini adalah momentum yang tepat bagi BI untuk mengerek naik suku bunga acuan. Menurutnya, langkah itu masuk akal dalam merespons tekanan global dan domestik.

Antara lain, kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve yang masih hawkish dan penguatan dolar AS. Selain menjaga stabilitas rupiah, suku bunga tinggi diperlukan untuk mengendalikan inflasi impor, dan mempertahankan daya tarik aset domestik bagi investor asing. “Tapi saya sih mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah belakangan ini sebetulnya. BI bold untuk preemptive forward looking.

Kenapa ini penting?

Tekanan inflasi itu nyata, imported inflation itu sudah mulai terasa dan saatnya sekarang kita harus memulai menjaga ketahanan dalam negeri,” ujar Banjaran saat ditemui di sela-sela acara Perbanas di Four Seasons Hotel, Kamis (18/6/2026). Ia berpendapat penurunan suku bunga acuan akan sulit dilakukan BI tahun ini.

Banjaran berharap tahun depan The Fed dapat mulai menurunkan suku bunga acuan dan diikuti oleh BI. “Yang jelas ruang untuk turun susah. Karena hitung-hitungannya itu sekarang yang masih menjadi pertanyaan itu adalah, kan sekarang posisinya pro-stability tapi juga mengungkit growth, kita menunggu-nunggu gimana polanya,” ucapnya. Banjaran menyebut dengan kebijakan menaikkan suku bunga itu pastinya akan menahan laju pertumbuhan kredit. ia masih menantikan bagaimana kebijakan BI ke depannya. “Tapi kembali lagi, ini tantangan bersama karena pasti otoritas sekarang perlu menjaga sustainability dari sistem keuangan, terutama yang modal atau aset kecil.

Mereka sekarang struggle dengan liquidity crash yang lagi ada sekarang sih terutama,” kata Banjaran.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *