0 0
Read Time:2 Minute, 48 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti BI Rate Naik, Bank Digital Bakal Perang Suku Bunga? | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menganggap lumrah kenaikan suku bunga deposito perbankan digital sebagai respons atas kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan bank-bank digital sangat mengandalkan dana pihak ketiga (DPK) terutama dana mahal.

Belum lagi, bank-bank digital harus bersaing dengan bank-bank besar dalam merebut menghimpun dana masyarakat. “Kalau deposito itu make sense ya, kalau suku bunga deposito. Karena kan ya namanya juga bisa dikatakan ya dalam beberapa hal, bank-bank digital terutama itu kan sangat mengandalkan dana, dana pihak ketiga, dana itu cukup mahal,” tutur Dian saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (17/6/2026). Dian menilai, dengan keberanian para bank digital meningkatkan suku bunga deposito, artinya mereka masih yakin dengan stabilitas sistem keuangan. “Saya kira mereka sudah kalkulasi itu. Jadi kalau risiko itu mulai meningkat, mereka juga tidak akan berani melakukan itu.

Kenapa ini penting?

Nah kalau saya melihat berarti mereka confidence terhadap sistem, itu masih oke kira-kira begitu,” ucap Dian. Ia kemudian mengakui bahwa ada potensi persaingan perbankan semakin ketat akibat kenaikan suku bunga acuan. Meski begitu, Dian berujar sejauh ini pasar likuiditas masih kondusif. “Ya mungkin ya, soal likuditas kan, mungkin lah.

Tapi ya kalau saya lihat pasar uang antara bank masih ini lah, masih normal. Masih progresnya masih normal, tidak ada sesuatu yang terlalu spiked gitu. Biasa aja, supply demand biasa gitu, masih belum ada permintaan yang sangat tinggi gitu.

Saya nggak ngelihat itu sampai data yang terakhir, nggak begitu,” terang Dian. Seperti diketahui, BI telah mengerek BI Rate menjadi 5,50% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan BI pekan lalu. Menanggapi hal itu, Komisaris PT Bank Jago Tbk. (ARTO), Anika Faisal mengatakan dengan kenaikan BI Rate, biaya pendanaan alias cost of fun (CoF) akan naik secara bertahap.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *