Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: IHSG Hijau dan Asing Net Buy Rp 257,8 M, Saham Ini Diserbu | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Investor asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp257,8 miliar di seluruh pasar pada perdagangan sesi I Senin (15/6/2026). Berdasarkan data Indo Premier, nilai transaksi investor asing pada sesi I mencapai Rp10,7 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp5,5 triliun dan foreign sell Rp5,2 triliun. Secara keseluruhan, pola transaksi sesi I menunjukkan asing menyerbu saham-saham perbankan dan komoditas. Aksi akumulasi asing paling besar terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan nilai mencapai Rp300,8 miliar.
Setelah itu, asing juga memborong saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp262,8 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp246,8 miliar. Selain tiga saham tersebut, investor asing juga tercatat mengoleksi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp126,5 miliar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp43,1 miliar, serta PT Timah Tbk. (TINS) Rp37,9 miliar. Di sisi lain, aksi jual asing masih terlihat pada sejumlah saham.
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham dengan net foreign sell terbesar, yakni Rp188,2 miliar. ada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar Rp147,1 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp67 miliar. Asing juga tercatat melepas PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) senilai Rp59,6 miliar, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) Rp42,9 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp39,1 miliar.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → 3 Investasi yang Dilakukan Nabi Muhammad, Bisa Jadi Contoh | Equityworld EWF Medan
- → Video: 6 Saham RI Keluar Dari Global Standar Indeks MSCI, Apa Efeknya? | Equityworld EWF Medan
- → Harga Emas Antam Kembali Merosot, Turun Rp25 Ribu ke Rp2,805 Juta | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
