Equityworld Futures Medan – Mari Tepuk Tangan! Rupiah Paling Perkasa di Asia, Won-Ringgit Ambruk | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Tapi rupiah justru mampu menguat tajam dan kembali ke bawah level psikologis Rp18.000/US$.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.30 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak tujuh mata uang melemah terhadap dolar AS, sementara tiga lainnya menguat. Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pada pagi ini. Mata uang Garuda terapresiasi 0,61% ke posisi Rp17.940/US$. Posisi ini membuat rupiah kembali berada di bawah level psikologis Rp18.000/US$.
Apa manfaatnya?
Penguatan rupiah terjadi bersama yen Jepang yang naik tipis 0,01% ke posisi JPY160,34/US$ dan peso Filipina yang menguat 0,11% ke posisi PHP61,520/US$. Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada mayoritas mata uang Asia. Dong Vietnam dan baht Thailand menjadi dua mata uang dengan pelemahan terdalam setelah masing-masing terkoreksi 0,21%. Ringgit Malaysia juga ikut tertekan 0,15% ke posisi MYR4,064/US$, sementara won Korea Selatan melemah 0,12% ke posisi KRW1.524,8/US$.
Dolar Taiwan turut melemah 0,12% ke posisi TWD31,62/US$, dolar Singapura turun 0,09% ke posisi SGD1,287/US$, dan yuan China terkoreksi 0,05% ke posisi CNY6,775/US$. // Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY terpantau menguat 0,07% ke posisi 99,987 pada waktu yang sama. DXY masih bergerak di sekitar level 100 setelah sempat rebound tajam pada perdagangan sebelumnya.
Dolar AS masih mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan yang disebut sebagai aksi pertahanan diri terhadap Iran, menyusul jatuhnya helikopter AS. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan serangan atau ancaman tanpa balasan.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Bursa Asia Ambruk Berjamaah Kala Konflik AS-Iran Makin Memanas | Equityworld EWF Medan
- → Prospek Global Memburuk, Bank Indonesia Ungkap Ruang Penurunan Suku Bunga Makin Tertutup | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000 | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
