0 0
Read Time:3 Minute, 27 Second

Equityworld Futures Medan – IHSG dan Rupiah Lagi Mabuk Kenaikan, Dua Badai dari AS Bisa Bikin Buyar | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan kemarin Rabu (10/6/2026). Rupiah dan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat menjadi yang tertinggi di antara seluruh bursa Asia lainnya, Tapi imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tetap kembali melambung tinggi. Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan menghadapi banyak tekanan pada hari ini setelah perang memanas.

Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat pada perdagangan kemarin, Rabu (10/6/2026), melanjutkan reli usai kemarin berhasil bangkit dari tekanan jual yang menghantam pasar dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data perdagangan, IHSG sesi pertama melesat 2,71% atau naik 155 poin ke posisi 5.902,37. Sebanyak 571 saham naik, 148 turun dan 96 tidak bergerak. Kenaikan indeks juga diiringi aktivitas transaksi yang ramai.

Apa manfaatnya?

Tercatat volume perdagangan mencapai sekitar 46,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 31,73 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 3,1 juta kali. Adapun saham yang paling ramai ditransaksikan kemarin termasukPT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA.

Walaupun IHSG mengalami kenaikan lanjutan, pasar saham Indonesia masih ditutup pada net foreign outflow mencapai Rp3,13 triliun // Lonjakan IHSG menjadikan kinerja pasar saham domestik menjadi yang terbaik di Asia-Pasifik. Tercatat selain RI hanya Selandia Baru dan Australia yang positif di kawasan regional dengan masing-masing naik tipis kurang dari 0,6%. Sementara itu bursa utama lain seperti Nikkei Jepang, KOSPI Korea Selatan, Hang Seng Hong Kong dan bursa Singapura, India serta China tercatat kompak rontok.

Secara teknikal maupun psikologis, rebound tajam IHSG pekan ini mencerminkan aksi bargain hunting serta perubahan sentimen secara menyeluruh dengan pasar mengapresiasi sejumlah kebijakan dan pertemuan yang dilakukan para pemangku kepentingan. Nyaris seluruh sektor perdagangan menguat dengan hanya kesehatan yang terkontraksi. Adapun sektor infrastruktur melesat 4,22%, energi menguat 3,9% dan sektor finansial terapresiasi 3,21%.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *