0 0
Read Time:2 Minute, 54 Second

Equityworld Futures Medan – Data Bicara: Rupiah Bisa Bangkit Rp500 Usai Jatuh, Butuh Berapa Hari? | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Di tengah kondisi rupiah yang sedang tertekan dan terus menembus level psikologis baru, kita dapat melihat sisi lain dari pergerakan mata uang Garuda secara historis. Sebab, tekanan rupiah yang dalam tidak selalu berarti mata uang Garuda tidak bisa kembali menguat. Dalam beberapa momen sebelumnya, rupiah pernah melemah melewati level-level penting, tetapi kemudian mampu berbalik arah setelah tekanan pasar mulai mereda.

Kondisi ini seiring dengan tekanan terhadap rupiah yang semakin dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026). Rupiah resmi menembus level psikologis baru Rp18.000/US$. Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$.

Posisi ini menjadi level terlemah rupiah sepanjang masa terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini sekaligus memperpanjang tren tekanan rupiah dalam beberapa bulan terakhir. Setelah sebelumnya menembus Rp17.000/US$, rupiah kemudian melemah ke atas Rp17.500/US$, dan kini resmi berada di atas Rp18.000/US$. // Kondisi rupiah yang terus menembus level psikologis tentu membuat pasar waspada. Tapi jika melihat data historis, tekanan seperti ini bukan hal yang benar-benar baru.

Bagaimana cara kerjanya?

Dalam beberapa tahun terakhir, rupiah juga pernah melemah menembus level penting, mulai dari Rp14.500/US$, Rp15.000/US$, Rp15.500/US$, hingga Rp16.000/US$. Menariknya, dalam sejumlah momen, rupiah mampu kembali menguat lebih dari Rp500/US$ setelah tekanan tersebut.

Berdasarkan data penutupan rupiah, dalam empat momen di luar periode 2020, rupiah membutuhkan waktu sekitar 51 hari hingga 126 hari untuk kembali menguat lebih dari Rp500/US$ setelah menembus level psikologisnya. // Salah satu momen tekanan rupiah terjadi pada 2018. Saat itu, rupiah menembus level psikologis Rp15.000/US$ pada 2 Oktober 2018. Rupiah ditutup di level Rp15.040/US$.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *