0 0
Read Time:2 Minute, 54 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Rupiah Ditutup Melemah 0,45%, Dolar AS Bertengger di Rp18.020 | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Mata uang Garuda kembali mencatatkan level terburuk sepanjang sejarah. Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$. Posisi ini sekaligus menegaskan bahwa rupiah telah menembus level psikologis baru di Rp18.000/US$.

Tekanan terhadap rupiah sudah terlihat sejak awal perdagangan. Rupiah dibuka melemah 0,11% di level Rp17.960/US$. Tapi hanya beberapa menit setelah pembukaan, mata uang Garuda langsung ambruk menembus Rp18.000/US$ dan bertahan di atas level tersebut hingga penutupan perdagangan. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, justru terpantau melemah 0,07% ke level 99,463. // Pelemahan rupiah yang semakin dalam turut direspons oleh pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengucurkan dana lebih dari Rp8 triliun untuk stabilisasi pasar obligasi. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Caranya dengan membeli kembali atau buyback Surat Utang Negara (SUN) yang dilepas investor asing.

Kenapa ini penting?

Dengan strategi tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) di pasar obligasi. “Mungkin Rp8 triliun lebih, yang di obligasi ya,” kata Purbaya di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Purbaya menegaskan, pemerintah sebetulnya tidak berencana mengungkapkan perkembangan realisasi kebijakan stabilisasi pasar obligasi tersebut.

Tapi menurutnya, langkah ini sudah memberikan dampak nyata terhadap stabilitas yield SBN tenor acuan 10 tahun. Saat ini, imbal hasil surat utang tenor acuan tersebut masih bergerak di kisaran 6,7%. “Enggak apa-apa biar anda tahu saya intervensi sedikit.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *