0 0
Read Time:2 Minute, 52 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Dolar Tembus Rp18.000, Ini 7 Pemicu Rupiah Ambruk | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan hebat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (4/6/2026). Melansir data Refinitiv, rupiah di pasar spot per pukul 09.11 WIB tercatat menembus level psikologis Rp18.000/US$ untuk pertama kalinya.

Mata uang Garuda berada di posisi Rp18.015/US$ atau melemah 0,42%. Pelemahan ini terjadi cukup cepat. Rupiah pertama kali menutup perdagangan di atas level psikologis Rp17.000/US$ pada 6 April 2026.

Kenapa ini penting?

Artinya, hanya dalam 59 hari kalender, rupiah kembali terdepresiasi sekitar Rp1.000/US$ hingga menembus Rp18.000/US$. Pelemahan lanjutan nilai tukar Garuda ini bukan terjadi tanpa sebab. Dalam dua bulan terakhir, pasar keuangan domestik dibayangi cukup banyak tekanan, baik dari sisi eksternal maupun internal. // Dari luar negeri, dolar AS masih mendapat tenaga dari naiknya permintaan safe haven aset di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah. Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati arus keluar dana asing dari pasar saham, hingga persepsi terhadap arah kebijakan fiskal dan tata kelola pemerintah.

Berikut beberapa faktor utama yang ikut menekan rupiah belakangan ini. 1. Dolar AS Menguat, Perang Teluk Bikin Investor Cari Aset Aman Tekanan terhadap rupiah tidak bisa dilepaskan dari kondisi global. Dolar AS masih bertahan di dekat level tertingginya dalam dua bulan terakhir seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.

Pada Kamis (4/6/2026), dolar AS masih bertahan kuat setelah konflik baru di kawasan Teluk kembali mengerek harga minyak dan menekan selera risiko investor global. Serangan Iran ke Kuwait serta respons militer AS di dekat Selat Hormuz membuat pasar kembali mencari aset aman, termasuk dolar AS. Kondisi ini menjadi tekanan tambahan bagi negara importir minyak seperti Indonesia.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *