0 0
Read Time:3 Minute, 54 Second

Equityworld Futures Medan – Siap-siap BI Makin Galak! Rupiah Tertekan dan Harga-harga Melambung | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Sejumlah ekonom di Indonesia memperkirakan, Bank Indonesia (BI) akan terus mempertahankan kebijakan moneter ketat atau hawkish imbas dari terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, ditambah dengan makin tingginya tekanan inflasi. Hal ini salah satunya disampaikan oleh Head of Banking Research and Analytics BCA Victor George Petrus Matindas dan Ekonom BCA Samuel Theophilus Artha dalam laporan bulanannya bertajuk “CPI: Slowly creeping up”. Mereka menyebut, tekanan inflasi pada Mei 2026 sudah memberikan tanda potensi kenaikan harga-harga di Indonesia akan berlanjut, dengan realisasi mencapai 3,08% secara tahunan (YoY) dan 0,28% secara bulanan (MoM) pada Mei 2026, meningkat dari 2,42% YoY dan 0,13% MoM pada April. “Ancaman inflasi yang semakin nyata ini kemungkinan akan memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat (hawkish) untuk sementara waktu,” kata mereka dikutip dari Monthly Economic Briefing BCA Economic and Industry Research, Rabu (3/6/2026).

Menurut tim ekonom BCA, inflasi bulanan yang relatif tinggi mencerminkan dampak dari guncangan harga energi (energy shock). Dari tiga kelompok utama inflasi, harga yang diatur pemerintah (administered prices) mencatat kenaikan paling tajam sebesar 0,52% MoM, yang disebabkan oleh kenaikan tarif penerbangan dan harga energi nonsubsidi. Faktor tambahan lainnya adalah lonjakan harga beberapa bahan pangan tertentu, meskipun perlu dicatat bahwa komponen-komponen tersebut (bersama emas) memang sering mengalami fluktuasi harga yang tinggi. “Meskipun sektor transportasi hanya memberikan kontribusi langsung yang terbatas terhadap IHK (dengan bobot sekitar 11,9%), kontribusi tidak langsungnya melalui sektor logistik jauh lebih besar, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan. dampak keseluruhan kenaikan harga energi tidak hanya tercermin pada tarif transportasi, tetapi juga pada kenaikan harga barang dan jasa secara umum,” ujar tim ekonom BCA. depresiasi tajam nilai tukar Rupiah (melemah sekitar 6,5% sejak awal tahun/YtD) menurut mereka juga berpotensi meningkatkan biaya input produksi lebih lanjut, yang pada akhirnya dapat memaksa produsen menaikkan harga jual untuk mempertahankan margin mereka.

Apa manfaatnya?

Saat ini mata uang Garuda pun telah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level psikologis baru. Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.26 WIB, rupiah melemah 0,39% ke level Rp17.900/US$. Pelemahan ini semakin dalam dibandingkan posisi pembukaan perdagangan, ketika rupiah dibuka melemah 0,22% ke level Rp17.870/US$. Level ini sekaligus menjadi all time low terbaru bagi rupiah terhadap greenback.

Setelah menembus level psikologis Rp17.900/US$, rupiah kini semakin mendekati level psikologis berikutnya di Rp18.000/US$. mereka menilai Bank Indonesia sudah terlihat semakin agresif dalam mempertahankan nilai tukar Rupiah, yang tercermin dari imbal hasil SRBI tenor 12 bulan yang mencapai 6,92% pada lelang terakhir. Mengingat suku bunga acuan BI saat ini berada di 5,25%, Bank Indonesia menurut BCA masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut tanpa secara signifikan mengganggu likuiditas di pasar. “proyeksi saat ini memperkirakan adanya kenaikan suku bunga tambahan sebesar 50 basis poin (0,50%) sepanjang tahun 2026,” tegas tim ekonom BCA.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *