Equityworld Futures Medan – Rupiah Pecah Rekor Terburuk, Kenaikan BI Rate Tak Manjur? | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Sejumlah ekonom menilai pelemahan nilai tukar rupiah dipicu oleh faktor global yang diperparah dengan faktor internal dari Tanah Air, yakni tertekannya kinerja perdagangan Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan surplus perdagangan April 2026 hanya sekitar US$ 90 juta, turun tajam dari US$ 3,32 miliar pada Maret, sementara secara kumulatif surplus Januari-April 2026 turun dari US$ 11,07 miliar menjadi US$ 5,64 miliar. Menurut data Refinitiv, pada penutupan perdagangan sesi I pukul 12.00 WIB, Rp 17.925/US$.
Ini adalah level terburuk rupiah sepanjang masa terhadap greenback. Pelemahan ini memicu pertanyaan, apakah kenaikan BI Rate, suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) dalam menjaga kurs rupiah, belum maksimal?
Ekonom UOB Kay Hian Surya Wijaksana mengatakan kebijakan BI Rate belum berpengaruh karena permasalahannya berada pada kepercayaan pasar mengenai kondisi fiskal Indonesia. Pasar melihat BI Rate naik, seharusnya imbal hasil SBN juga naik.
Apa manfaatnya?
Tapi kondisinya justru sebaliknya. BI Rate naik, tetapi imbal hasilnya tidak naik. “Belum karena memang masalah confidence & fiskal ini dan BI Rate naik tapi yield SBN ga naik. Kan ga logis,” paparnya. “Iya kalau policy rate naik harusnya yield SBN juga naik, tapi ini tidak naik.
Berarti market nya kan gak credible,” tambahnya. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede mengatakan kenaikan BI Rate dan intervensi BI tetap penting, tetapi tidak bisa sendirian menguatkan rupiah. BI sudah memperkuat strategi stabilisasi melalui intervensi spot, DNDF, NDF luar negeri, penguatan SRBI, pembelian SBN di pasar sekunder, pembatasan pembelian valas tanpa transaksi dasar, serta pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan pembelian dolar yang tinggi.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → MSCI Berpeluang Turunkan Bobot RI, Bos Bursa Bilang Gini | Equityworld EWF Medan
- → Breaking News! IHSG Balik Arah, Naik 1% | Equityworld EWF Medan
- → Saham IPO dari Rp200 Jadi Rp 8.000, DPR Curiga Ada Manipulasi Harga | Equityworld EWF Medan
