Equityworld Futures Medan – WBSA hingga TCPI Masuk, Ini Daftar Saham HSC Terbaru | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration) yang perlu menjadi perhatian para investor. Tiga emiten yang masuk dalam daftar HSC antara lain, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), dan PT Mahkota Group Tbk (MGRO). “Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” tulis manajemen mengutip keterbukaan informasi BEI, Selasa (2/6/2026). Saham WBSA dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,82% dari total Saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat WBSA.
Saham TCPI dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 94,10% dari total Saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat TCPI. Sementara saham MGRO dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 93,76% dari total Saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat MGRO. Sebelummya, saham-saham yang masuk daftar HSC diantaranya PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), masing-masing konsentrasinya sebesar 97,31% dan 95,76%.
BREN merupakan entitas milik konglomerat Prajogo Pangestu, sedangkan DSSA bagian dari Sinar Mas Grup. Daftar HSC berdasarkan data BEI dan KSEI per 2 April 2026, yaitu PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dengan konsentrasi 95,35%, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) sebesar 99,85%, dan PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) sebesar 95,94%. ada PT Ifishdeco Tbk (IFSH) sebesar 99,77%, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) sebesar 98,35%, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) sebesar 97,75%, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) sebesar 95,82%, serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dengan tingkat konsentrasi 95,47%.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Bos Chevron Peringatkan Soal Kelangkaan Minyak Global, Sebut Asia Paling Terdampak | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Unitlink Sequis Life Moncer, Produk Dolar dan Pasar Uang Jadi Andalan | Equityworld EWF Medan
- → Apakah Harga Minyak Benar-Benar Bisa Mencapai 200 Dolar AS per Barel Seperti Klaim Iran? | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
