0 0
Read Time:3 Minute, 59 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Mei Jadi Bulan Pahit bagi IHSG dan Rupiah, Saatnya Move On! | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Pasar keuangan Indonesia bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa pekan ini. Baik pasar saham dan rupiah sama-sama ambruk. Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan Selasa (26/5/2026), melanjutkan tekanan setelah sehari sebelumnya sempat menguat.IHSG turun 76,16 poin atau 1,23% ke posisi 6.130,19. // Nilai transaksi perdagangan sesi pertama tercatat sebesar Rp 18,1 triliun dengan volume 24,88 miliar saham dan frekuensi 1,96 juta kali transaksi.Sebanyak 241 saham tercatat menguat, 447 melemah, dan 133 bergerak stagnan. Asing mencatat net sell sebesar Rp 1,6 triliun.Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan koreksi paling dalam dibukukan sektor konsumer primer, properti dan finansial.Secara spesifik, emiten yang paling menekan kinerja IHSG adalah emiten blue chip kapitalisasi pasar jumbo, termasuk Astra International (ASII) dengan sumbangsih pelemahan 18,95 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -15,68 poin dan Bank Central Asia (BBCA) -11,71 poin.

Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (26/5/2026) mengakhiri perdagangan di level Rp17.775/US$ atau melemah 0,25%.Mata uang rupiah sudah melemah empat hari beruntun dan anjlok 1%. // Di pasar di non-deliverable forward (NDF), nilai tukar rupiah bahkan sudah menyentuh Rp 18.000.Untuk tenor 1 minggu (SW), nilai tukar rupiah kurs NDF berada di kisaran Rp17.832-17.840 per dolar AS, sementara tenor 1 tahun sudah menembus Rp18.228-18.245.Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naikke 6,709% pada Selasa kemarin, naik dari 6,69% pada hari sebelumnya. // Dari pasar saham AS, bursa Wall Street pesta pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia. Bursa ditutup di level rekor pada Kamis, didorong penguatan saham teknologi dan optimisme pasar atas laporan kesepakatan antara AS dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata.

Apa manfaatnya?

Indeks S&P 500 naik 0,58% ke 7.563,63, sementara Nasdaq Composite melonjak 0,91% ke 26.917,47. Keduanya juga sempat mencetak rekor tertinggi intraday. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,05% ke 50.668,97. Saham teknologi memimpin reli setelah Snowflake memberikan proyeksi laba yang kuat dan membangkitkan kembali optimisme terhadap tren kecerdasan buatan (AI).

Saham perusahaan itu melonjak 36,5%, menjadi kenaikan harian terbesar sepanjang sejarahnya. Kenaikan Snowflake turut mengangkat saham perangkat lunak lainnya. ETF sektor software teknologi IGV naik 2,8%, sementara saham produsen chip seperti Qualcomm dan Advanced Micro Devices masing-masing melonjak 4,2% dan 4,6%. //

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *