Equityworld Futures Medan – Menyoroti Bursa Asia Hijau, Investor Lega Selat Hormuz Mau Dibuka | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Mayoritas bursa Asia mengawali pekan di zona hijau seiring dengan sentimen positif harapan dibukanya kembali Selat Hormuz dan turunnya harga minyak dunua. Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225, menembus level psikologis 64.000 untuk pertama kalinya pada perdagangan Senin (25/5/2026). Nikkei 225 melesat 1,48% dan mencetak rekor baru di posisi 64.278,49. Indeks Topix juga menguat 0,65%. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak relatif datar, sedangkan bursa saham Hong Kong dan Korea Selatan tutup karena libur nasional.
Mengutip CNBC Internasional, penguatan ini terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar global setelah harga minyak dunia turun tajam akibat harapan dibukanya kembali Selat Hormuz. Optimisme pelaku pasar dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut negosiasi dengan Iran berjalan tertib dan konstruktif.
Bagaimana cara kerjanya?
Presiden Donald Trump mengatakan dalam sebuah posting di Truth Social bahwa negosiasi dengan Iran “berjalan dengan tertib dan konstruktif,” sambil menambahkan bahwa ia telah memerintahkan perwakilannya “untuk tidak terburu-buru menandatangani kesepakatan karena waktu ada di pihak [mereka].” Komentar tersebut langsung meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Sebelumnya, harga minyak melonjak setelah Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran dan Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak dunia. Seiring meningkatnya optimisme bahwa jalur tersebut akan kembali dibuka, harga minyak mentah anjlok lebih dari 5% pada awal perdagangan Asia.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 4,52% ke level US$92,23 per barel. Sementara itu, Brent crude kontrak Juli melemah 4,51% menjadi US$98,87 per barel. Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat tidak beroperasi karena libu Memorial Day. Pada perdagangan Jumat di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average naik 294,04 poin atau 0,58% ke level 50.579,70 dan mencatat rekor penutupan tertinggi baru. Indeks S&P 500 turut menguat 0,37% ke posisi 7.473,47, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 0,19% menjadi 26.343,97.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Rahasia Habibie Menjinakkan Dolar dari Rp16.000 ke Rp6.550 | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Mata Uang Asia Babak Belur di Hadapan Dolar AS, Jepang Paling Parah!
- → Laba Bersih BNI (BBNI) Tembus Rp5,6 Triliun per Kuartal I-2026 | Equityworld EWF Medan
