0 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Airlangga Ungkap Perbedaan Kurs Rupiah dengan 20 Tahun Lalu | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kondisi rupiah yang terdepresiasi saat ini berbeda dengan kondisi pada dua dekade lalu. Ia menuturkan, selama periode 2004 hingga 2014, rupiah terdepresiasi 40 persen dalam waktu 10 tahun. Sedangkan inflasi pada 2005 mencapai 17 persen karena harga minyak melonjak menjadi US$ 140 per barel. Sedangkan, kata Airlangga, pada periode 2014-2024, rupiah terdepresiasi 30,6 persen dengan inflasi 3 persen.

“Jadi beda nih kualitas dalam dua dekade terakhir dan per hari ini inflasi kita jaga di 2,4 persen dan depresiasi rupiah 5 persen,” ucap Airlangga dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Balai Kartini, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026. Airlangga juga mengatakan pelemahan rupiah harus dibaca dengan konteks yang lebih luas.

Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih kuat dan kondisi perbankan maupun korporasi masih solid. 

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *