0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Equityworld Futures Medan – Minyak Tumbang, Deal AS-Iran Makin Dekat: RI Bisa Bernapas Lega? | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan Indonesia babak belur pada pekan lalu. Bursa saham dan rupiah sama-sama mencetak rekor buruk. Bursa saham, rupiah dan pasar obligasi diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada pekan pendek ini.

Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini. Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (22/5/2026), IHSG memang berakhir menguat 1,10% ke 6162,05. Tapi penguatan ini tidak menutup ambruknya bursa saham Indonesia.

Dalam sepekan, IHSG ambruk 8,35% pada pekan lalu.
// IHSG juga ambruk delapan bari beruntun pada 5-21 Mei 2026 dengan total pelemahan 15,04%. Jatuhnya IHSG selama delapan hari belum pernah terjadi sejak Agustus 2005 atau hampir 21 tahun terakhir. Bahkan, selama pandemi Covid-19, IHSG hanya pernah jatuh beruntun paling lama selama tujuh hari yakni pada awal pandemi Maret 202020 dan awal Januari 2021.

Apa manfaatnya?

Pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 16% menjadi Rp21,8 triliun. Sementara volume transaksi naik 2,5% menjadi 36,67 miliar saham, meski frekuensi transaksi turun 6,5% menjadi 2,4 juta kali transaksi. Kondisi ini mengindikasikan aksi jual besar-besaran masih mendominasi pasar modal domestik.

Sepanjang tahun ini, IHSG sudah ambruk 28,74%. Pelemahan sebesar ini membuat IHSG menjadi indeks terburuk di seluruh dunia.
// Jika dihitung sepanjang tahun ini, market cap IHSG sudah menguap Rp 5214 triliun.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *