0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Purbaya Suruh Cepat Buang Dolar, Sebenarnya Kenapa Rupiah Melemah? | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat dan pelaku pasar valuta asing untuk segera melepas kepemilikan dolar Amerika Serikat (AS). Ia optimistis nilai tukar rupiah akan menguat hingga menyentuh level Rp15.000 per dolar AS dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan Purbaya di acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC), Jumat (21/5/2026), di tengah kondisi rupiah yang masih berada dalam tekanan. “Saya bilang pemain valas cepat-cepat buang dolarnya. Kita akan dorong rupiah ke Rp15.000 per dolar AS,” ujar Purbaya.

Ia bahkan kembali menegaskan pesannya kepada masyarakat yang masih menyimpan greenback. “Jadi saya ulangi lagi kalau punya dolar jual sekarang,” katanya. Meski demikian, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan di pasar: bila pemerintah begitu yakin rupiah akan menguat, mengapa mata uang Garuda belakangan masih bergerak melemah?

Kenapa ini penting?

Purbaya menjelaskan, pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi faktor sementara, sedangkan fundamental pasokan devisa diyakini akan membaik mulai Juni 2026. Salah satu pendorong utamanya ialah implementasi aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Aturan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 yang mulai berlaku 1 Juni 2026.

Dalam beleid tersebut, eksportir diwajibkan menempatkan 100% devisa hasil ekspor di perbankan nasional. Khusus sektor migas, eksportir wajib menahan 30% DHE selama tiga bulan. Sementara untuk sektor nonmigas, retensi diwajibkan sebesar 100% selama 12 bulan di rekening khusus. Menurut Purbaya, kebijakan itu akan membuat pasokan dolar di dalam negeri meningkat signifikan sehingga menopang penguatan rupiah. “Keputusan pemerintah menjalankan aturan DHE ini langkah yang baik dan tepat,” ujarnya.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *