Equityworld Futures Medan – 20 Tahun Rekor Terburuk! IHSG Jadi Bursa Saham Paling Lemah di Dunia | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur pada pekan ini. IHSG bahkan mencetak sejumlah rekor buruk. Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (22/5/2026), IHSG memang berkahir menguat 1,10% ke 6162,05. Tapi penguatan ini tidak menutup ambruknay bursa saham Indonesia.
Dalam sepekan, IHSG ambruk 8,35%. Artinya, IHSG sudah jatuh dua pekan beruntun.
IHSG ambruk delapan bari beruntun pada 5-21 Mei 2026 dengan total pelemahan 15,04%. Jatuhnya IHSG selama delapan hari ini belum pernah terjadi sejak Agustus 2005 atau lebih dari 20 tahun terakhir.
// Bahkan, selama pandemi Covid-19, IHSG hanya pernah jatuh beruntun paling lama selama tujuh hari yakni pada awal pandemi di akhir Februari 2020 dan awal Januari 2021. Pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 16% menjadi Rp21,8 triliun. Sementara volume transaksi naik 2,5% menjadi 36,67 miliar saham, meski frekuensi transaksi turun 6,5% menjadi 2,4 juta kali transaksi. Kondisi ini mengindikasikan aksi jual besar-besaran masih mendominasi pasar modal domestik.
Apa manfaatnya?
Sepanjang tahun ini, IHSG sudah ambruk 28,74%. Pelemahan sebesar ini membuat IHSG menjadi indeks terburuk di seluruh dunia. Jika dihitung sepanjang tahun ini, market cap IHSG sudah menguap Rp 5.214 triliun.
Jika menghitung dari titik tertinggi sepanjang masa yakni pada 19 Januari 2026 (9133,87), IHSG sudah ambruk 32,5% sementara market cap sudah menguap Rp 6.005 triliun. Sepanjang tahun ini, asing juga sudah mencatat net sell sebesar Rp 37,5 triliun. // IHSG menghadapi tekanan hebat pekan ini karena deretan sentimen negatif, mulai dari rebalancing MSCI hingga kebijakan pemerintah membentuk BUMN ekspor Tunggal.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Equityworld EWF Medan | Luhut Usul ke Prabowo: Pasar Modal RI Dipimpin Sosok Anak Muda
- → Harga Emas Ambruk 1% Lebih, Dihantam Sang “Musuh Abadi” | Equityworld EWF Medan
- → Matahari (LPPF) Tebar Dividen Jumbo, Yield Sampai 12,9% | Equityworld EWF Medan
