0 0
Read Time:3 Minute, 42 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: IHSG Masih Tertekan, Ini Rekomendasi Saham yang Menarik Buat Dilirik | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,46% ke level 6.370,68 pada perdagangan Selasa (19/5). Di tengah tekanan pasar, saham Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) naik 9,06%, disusul Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang menguat 2,12% dan Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang bertambah 4,12% sebagai penggerak utama indeks. Sebaliknya, pelemahan terbesar berasal dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 2,86%, Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang merosot 14,77%, serta Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang terkoreksi 9,51%. Investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp306,34 miliar di pasar reguler dan Rp260,12 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir di zona merah.

Sektor basic industry mengalami pelemahan terdalam sebesar 7,30%, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor dengan penguatan tertinggi sebesar 0,55%. Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat juga ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,65% ke level 49.363, S&P 500 terkoreksi 0,67% ke posisi 7.353, dan Nasdaq melemah 0,84% menjadi 25.870. Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia pada Mei 2026. Konsensus pasar memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin menjadi 5,00% dari sebelumnya 4,75%, seiring tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp17.705 per dolar AS.

Bagaimana cara kerjanya?

Sementara itu, Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui entitas usahanya, BUMA Internasional Grup, berencana melakukan pembelian kembali saham dengan alokasi dana maksimal US$6 juta atau sekitar Rp104,25 miliar yang berasal dari kas internal. Perseroan menargetkan pembelian hingga 320,77 juta saham atau setara 4,36% dari modal ditempatkan dan disetor. Kas DOID pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar US$210,26 juta.

Aksi buyback direncanakan berlangsung secara bertahap hingga maksimal 12 bulan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPS pada 24 Juni 2026, dengan batas akhir pelaksanaan hingga 24 Juni 2027. Setelah transaksi selesai, total ekuitas perseroan diproyeksikan turun menjadi US$42,87 juta dari sebelumnya US$48,87 juta, sementara jumlah saham beredar berkurang menjadi 7,03 miliar saham dari 7,35 miliar saham. Di sisi lain, ABM Investama Tbk (ABMM) membukukan laba bersih sebesar US$14,88 juta pada kuartal I-2026, turun 30,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$21,38 juta.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *