Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: DHE Wajib Parkir di Bank BUMN, Rupiah Bisa Menguat ke Rp16.800/US$ | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan baru terkait dengan kewajiban penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) di bank-bank BUMN pada 1 Juni 2026. Dalam ketentuan yang tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 itu, 100% DHE harus diparkirkan ke himpunan bank milik negara (Himbara) dan wajib retensi 30% DHE nya selama 3 bulan untuk sektor migas dan 100% selama 12 bulan untuk non migas pada rekening khusus. eksportir juga harus patuh untuk melakukan repatriasi dolar-dolarnya yang berada di luar negeri untuk dikembalikan ke dalam negeri dan disimpan di Himbara dengan batas konversi 50%. Dengan adanya kebijakan ini, kalangan ekonom memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memiliki kapasitas untuk mengalami penguatan, sebab pasokan dolar akan menjadi makin kuat. “Kalau benar-benar konsisten dilakukan mestinya bisa menambah supply dolar AS dan akhirnya memperkuat rupiah,” kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro, dikutip Kamis (21/5/2026). Dengan tebalnya pasokan dolar melalui kewajiban penempatan DHE SDA stabilitas kurs bahkan berpotensi terjaga, meski ada gejolak ekonomi di tingkat global, karena tak akan mudah terpengaruh faktor sentimen. “Harapannya supply valas ini juga bisa lebih kuat meng-counter dampak sentimen global terhadap rupiah,” ujar Ekonom Bank Danamon Hosianna Situmorang.
Kebijakan yang ditujukan untuk menjaga pasokan dolar di dalam negeri ini bahkan memiliki potensi untuk membalikkan arah pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS menjadi penguatan hingga ke level target pemerintah. Sebagaimana diketahui, dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) 2027, kurs rupiah telah pemerintah targetkan mampu bergerak di kisaran Rp 16.800-Rp 17.500/US$. “Setidaknya ke target pemerintah ya di kisaran Rp 16.800-17.500. Memungkinkan karena kita juga enggak bisa otomatis melihat perlu menguat tapi perlu mempertimbangkan dampaknya ke export competitiveness Indonesia dibanding Asia Countries lainnya,” kata Hosianna. Kurs rupiah pada pekan ini memang telah mengalami tekanan hebat hingga bertengger di level atas Rp 17.600.
Apa manfaatnya?
Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,54% ke level Rp17.600/US$ pada Rabu (20/5/2026). Penguatan ini sekaligus membalikkan posisi rupiah dari perdagangan sebelumnya, Selasa (19/5/2026), yang ditutup melemah di level Rp17.695/US$. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak cukup volatil. Pada awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 0,20% di level Rp17.730/US$ dan sempat menyentuh Rp17.745/US$.
Tapi rupiah kemudian berbalik menguat seiring pengumuman kenaikan BI Rate. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Breaking, IHSG Lompat 2% Lebih Ditopang Kinerja Saham-Saham Ini | Equityworld EWF Medan
- → Purbaya: KSSK Mewaspadai Ketidakpastian Global dan Dampaknya ke Ekonomi Domestik | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Asia Tak Kompak Hadapi Amerika: Rupiah – Peso Kebakaran Hebat | Equityworld EWF Medan
