0 0
Read Time:2 Minute, 44 Second

Equityworld Futures Medan – Purbaya Tegaskan Kondisi RI Beda dengan Krisis Moneter 98 | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) disebut mirip dengan kondisi 1998. Seperti diketahui, pelemahan rupiah kemarin, Senin (18/5/2026), sejalan dengan jatuhnya IHSG hingga lebih dari 4%. Menurutnya, kondisi saat ini berbeda dengan kondisi resesi atau krisis moneter 1997-1998 yang menekan rupiah saat itu. “Ini kan banyak sentimen (IHSG melemah), kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti 1997-1998 lagi. Beda, 1997-1998 itu kebijakannya salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi. 1997 pertengahan itu kita sudah resesi,” kata Purbaya saat ditemui di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). “Jadi teman-teman gak usah khawatir investor pasar saham kalau saya bilang ga usah takut serok bawah (beli saham di harga bawah) sekarang,” tambahnya.

Purbaya juga memberikan pandangan teknikal pergerakan saham akan kembali rebound dalam kurun waktu satu – dua hari ke depan. “Saya lihat teknikalnya sehari – dua hari juga sudah kembali,” katanya. Dia juga memastikan bahwa Kemenkeu turut melakukan upaya stabilisasi rupiah. Salah satunya adalah dengan mengaktifkan Bond Stabilitation Fund (BSF) dalam waktu dekat.

Ini merupakan instrumen yang dikeluarkan untuk menyerap obligasi pemerintah yang dilepas investor, supaya tidak menimbulkan kepanikan di pasar obligasi. “Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Udah masuk tapi hanya sedikit mulai hari ini kita akan masuk lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasi terkendali. Sehingga asing yang pegang obligasi engga keluar karena takut misalnya ada capital loss karena harga obligasi turun.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *