Equityworld Futures Medan – Update pasar: Dilema BI Belajar dari Krisis 98, Rupiah Aman Tapi Likuiditas Kering | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bank sentral telah banyak belajar dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah selama krisis 1997-1998 dan 2008. Menurut Perry, pada masa krisis tersebut, banyak intervensi rupiah menguras likuiditas. Alhasil kondisi ini menciptakan kekeringan likuiditas.
Belajar dari hal ini, kebijakan bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar kini dilakukan lebih terukur. “Kami belajar dulu zaman 97-98 dan 2008 banyak fokus stabilitas nilai rupiah banyak intervensi menguras likuiditas. Sehingga mengobati stabilitas rupiah tapi membuat kekeringan likuiditas,” ujar Perry dalam paparan di Rapat Kerja Komisi XI DPR, Senin (18/5/2025). Alih-alih masuk ke pasar spot, untuk menjaga cadangan devisa, BI memilih untuk melakukan intervensi dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Dalam upaya tersebut, Perry menuturkan BI baru menghabiskan Rp 133 triliun (year to date/ytd) untuk membeli SBN di pasar sekunder.
Ini menandakan BI tetap terukur dalam menggunakan cadangan devisa untuk melakukan stabilisasi rupiah melalui pembelian SBN. Perry pun mengatakan posisi kepemilikan SBN BI telah mencapai Rp 1.700 triliun dan SBN ini umumnya memiliki tenor jangka pendek. Ketika dijual kembali, BI berharap SBN ini dapat menciptakan arus modal masuk atau inflow. “Kami ada Rp 1.700 triliun dalam SBN kami, kami jual jangka pendek jadi ada inflow.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Deretan Saham Ini Melawan Balik Bantu IHSG Pangkas Koreksi | Equityworld EWF Medan
- → Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140 | Equityworld EWF Medan
- → Harga Emas Melesat Lagi, Bandar Ramai-Ramai Ambil Untung | Equityworld EWF Medan
