Equityworld Futures Medan – Update pasar: Harga Emas Ambles 2 Hari Beruntun, Inflasi AS Jadi Biang Kerok! | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Harga emas dunia masih tertekan seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat perang Iran. Kondisi ini membuat harapan pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) semakin memudar dan menekan daya tarik logam mulia. Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (13/5/2026) ditutup di US$ 4.687,44 per troy ons atau melemah 0,56%.
Pelemahan ini memperpanjang tren negatif emas menjadi dua hari beruntun, setelah pada Selasa (12/5/2026) emas juga melemah 0,43%. Meski demikian, harga emas menguat tipis pada pagi ini. Pada Kamis (14/5/2026) pukul 06.15 WIB, harga emas berada di US$ 4.701,54 per troy ons atau naik 0,30%. // Tekanan terhadap emas datang setelah data inflasi produsen AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada April. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak awal 2022 dan menjadi sinyal terbaru bahwa inflasi kembali meningkat di tengah perang Iran.
Bagaimana cara kerjanya?
Peter Grant, Vice President and Senior Metals Strategist di Zaner Metals, mengatakan inflasi yang masih tinggi memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama. “Inflasi masih lengket sehingga ekspektasi suku bunga lebih tinggi untuk waktu lebih lama semakin menguat, dan itulah yang menekan emas dalam dua hari terakhir,” ujar Grant dikutip dari Reuters. Emas memang sering dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Tapi suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Data ekonomi AS terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS kembali meningkat pada April. Secara tahunan, inflasi AS naik menjadi 3,8%, menjadi kenaikan terbesar dalam tiga tahun terakhir atau sejak Mei 2023. Kondisi ini membuat pelaku pasar kini sebagian besar telah menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tahun ini, merujuk CME Group’s FedWatch. Di luar faktor inflasi dan suku bunga, pasar juga mencermati kunjungan Trump ke China.
Trump tiba di China dengan agenda untuk mendorong sejumlah kesepakatan, menjaga gencatan dagang yang masih rapuh dengan ekonomi terbesar kedua dunia, serta menopang tingkat persetujuan publiknya yang tertekan oleh perang dengan Iran.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Video: Harga Minyak Meroket Lebih 38% hingga IHSG dan Rupiah Rontok Lagi | Equityworld EWF Medan
- → Permintaan MSCI Dijawab, OJK Beberkan Progres Terbaru Reformasi Pasar Modal | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → OJK Resmi Pisahkan Produk Simpanan dengan Investasi di Bank Syariah | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
