Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Misi Penyelamatan Rupiah Purbaya Dimulai Hari Ini, Begini Skenarionya! | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah menyentuh level terlemahnya pada akhir perdagangan Selasa (12/5/2026).Melansir data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup melemah 0,49% ke posisi Rp17.490/US$. Posisi ini sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang sejarah terbaru.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Kemenkeu akan mulai membantu Bank Indonesia untuk mengendalikan tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hari ini, Rabu (13/5/2026). “Kita akan mulai membantu besok,” kata Purbaya di kantornya, saat merespons nilai kurs yang terbang ke level Rp 17.500/US$, Selasa (12/5/2026). Purbaya menjelaskan skema yang dimanfaatkan adalah dana stabilisasi obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF). Hal tersebut diungkapnya ujar melakukan rapat dadakan dengan jajaran pejabat Kementerian Keuangan di lobi Gedung Djuanda I Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Kenapa ini penting?
Pejabat yang hadir di antaranya Sekertaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, hingga Plh Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto. Ia belum mau mengungkapkan strategi yang dijalankan pemerintah melalui BSF untuk membantu BI mengelola tekanan yang tengah dialami kurs rupiah terhadap dolar AS. Sebagaimana diketahui, kurs hari ini sempat tertekan ke level terburuk sepanjang sejarah, yakni Rp 17.500/US$. “Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tau nanti musuh tahu,” tegasnya.
Meski begitu, ia memastikan, skema BSF akan digunakan pemerintah dalam mengelola tekanan terhadap kurs rupiah dengan cara intervensi pemerintah di pasar obligasi demi menjaga tingkat imbal hasil atau yield yang kompetitif. Cara menjaga yield ini ialah dengan memanfaatkan dana BSF yang dikumpulkan untuk membeli SBN atau surat utang yang dilepas asing. Kebijakan ini tidak perlu berkoordinasi dengan BI ataupun OJK dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan pada tahap awal rencananya mengandalkan kas negara. “Kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga,” papar Purbaya.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Kenapa Wamenkeu Yakin Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen per Kuartal I | Equityworld EWF Medan
- → Airlangga Dorong ASEAN Rampungkan Perjanjian Ekonomi Digital | Equityworld EWF Medan
- → Perang Iran vs AS-Israel Memanas, BI Waspadai Dampaknya ke Ekonomi Indonesia | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
