Equityworld Futures Medan – IHSG Rontok Usai Rebalancing MSCI, Ini Jejak 5 “Krisis” Bursa RI | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghadapi tekanan berat pada perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026), setelah MSCI resmi mengumumkan hasil review indeks global periode Mei 2026. Melansir Refinitiv, pada perdagangan Rabu (13/5/2026) IHSG melemah 1,74% ke level 6.735 per pukul 09.15 WIB. Tekanan ini memperdalam koreksi IHSG dari rekor tertinggi terakhirnya di level 9.134,70 pada 20 Januari 2026. Sentimen negatif tidak hanya datang dari MSCI.
Pasar saham domestik juga masih dibayangi pelemahan rupiah, risiko arus keluar dana asing, serta ketidakpastian geopolitik global, terutama konflik Amerika Serikat dan Iran. Dalam kondisi seperti ini, investor dapat meninjau kembali riwayat drawdown atau penurunan IHSG dari titik puncak ke titik terendah untuk membaca seberapa dalam tekanan pasar saat ini dibandingkan periode-periode krisis sebelumnya. PT Equityworld Futures mencoba mengurai titik-titik kritis IHSG dalam enam tahun terakhir untuk memberi gambaran apa yang terjadi dalam perdagangan bursa saham Indonesia. Berdasarkan data perdagangan sejak tahun 2019, terdapat lima fase koreksi di masa lalu yang dipicu oleh berbagai sentimen makroekonomi dan geopolitik, sebelum indeks akhirnya berhasil menemukan titik keseimbangan baru (pivot).
Kenapa ini penting?
Berikut adalah rincian dari kelima siklus historis tersebut.
// 1. Krisis Pandemi COVID-19 (2019 – 2020) Fase ini merupakan koreksi terdalam dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh berhentinya aktivitas ekonomi global akibat pandemi hingga banyak PDB di dunia mengalami penurunan hingga resesi akibat perubahan gaya hidup melalui tatap muka daring akibat ketakutan masyarakat terpapar virus Covid-19.- Titik Puncak: 6.547 (6 Februari 2019)- Titik Terendah: 3.937 (24 Maret 2020) – Persentase Penurunan: -39,86%- Durasi Menuju Pivot: 412 hari 2. Penyesuaian Pasca-Reli Komoditas Era Rusia-Ukraina (April – Mei 2022) Koreksi jangka pendek yang terjadi sebagai bentuk penyesuaian pasar setelah IHSG sempat mencatatkan reli panjang yang didorong oleh lonjakan harga komoditas global walaupun setelah ini masih mengalami kenaikan lanjutan akibat kenaikan harga komoditas global yang juga meningkat terutama batubara. – Titik Puncak: 7.276 (21 April 2022) // 3.
Siklus Pengetatan Suku Bunga Global (September 2022 – Maret 2023) Penurunan bertahap yang didorong oleh kebijakan agresif bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dalam menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan tingkat inflasi yang tinggi hingga di angka 9,1% pada puncaknya di bulan Juni 2022 akibat perang dan juga kebijakan QE oleh The Fed pada saat pandemi. – Titik Puncak: 7.318 (13 September 2022) – Titik Terendah: 6.565 (16 Maret 2023) – Persentase Penurunan: -10,28% – Durasi Menuju Pivot: 184 hari // 4. Antisipasi Kebijakan Moneter dan Transisi Domestik (Maret – Juni 2024) Tekanan jual menengah yang dipicu oleh narasi suku bunga tinggi yang tertahan lebih lama (higher for longer), bersamaan dengan kehati-hatian investor dalam menyikapi masa transisi pemerintahan di Indonesia hal ini memicu, pelemahan signifikan terhadap Rupiah dan didorong oleh penerapan FCA serta kasus Evergrande di China. – Titik Puncak: 7.433 (14 Maret 2024) – Titik Terendah: 6.726 (19 Juni 2024) – Persentase Penurunan: -9,50% – Durasi Menuju Pivot: 97 hari 5.
Efek Kebijakan Tarif Pasca-Pemilu AS (Oktober 2024 – April 2025) Kemenangan Donald Trump dan antisipasi implementasi kebijakan tarif perdagangan proteksionis memberikan sentimen negatif pada negara berkembang, membawa IHSG masuk ke dalam siklus bear market hingga akhirnya pada lebaran tahun 2025, Trump mengumumkan adanya tarif kepada negara-negara yang dikenal sebagai “Liberation Day”. – Titik Puncak: 7.788 (22 Oktober 2024) – Titik Terendah: 5.967 (9 April 2025) – Persentase Penurunan: -23,38% – Durasi Menuju Pivot: 169 hari Kinerja IHSG Terkini: Tertekan MSCI, Rupiah, dan Eskalasi Geopolitik Di luar kelima siklus historis di atas, IHSG saat ini masih berada dalam fase penurunan besar setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada awal 2026. Tekanan awal terhadap pasar saham domestik muncul setelah sentimen MSCI pada 28 Januari 2026, yang memicu kekhawatiran terhadap prospek bobot saham Indonesia di indeks global.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Video: Rupiah Ambles – Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun | Equityworld EWF Medan
- → Video: OJK Dukung Demutualisasi BEI, Proses Masih Dibahas Pemerintah | Equityworld EWF Medan
- → Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Stagnan, Buyback Turun Rp 80.000 | Equityworld EWF Medan
