0 0
Read Time:3 Minute, 36 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Asing Diam-Diam Borong Saham Energi-Telekomunikasi, Ini Daftarnya | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Di tengah tekanan jual yang masih membayangi pasar saham domestik, investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih pada sejumlah saham unggulan pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Investor asing memang masih membukukan net foreign sell sebesar Rp931,9 miliar di seluruh pasar. Meski demikian, beberapa saham tetap menjadi incaran beli asing, terutama di sektor energi, telekomunikasi, hingga petrokimia. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (ADRO) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp95,1 miliar.

Total transaksi saham ADRO tercatat sebesar Rp334,9 miliar. Di posisi kedua, investor asing mencatat net buy sebesar Rp94,5 miliar pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Saham telekomunikasi pelat merah ini menjadi salah satu pilihan defensif di tengah tingginya volatilitas pasar. saham PT Timah Tbk (TINS) juga ramai dikoleksi asing dengan nilai beli bersih Rp48,3 miliar, diikuti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) sebesar Rp41,8 miliar. Sementara itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat net foreign buy Rp34,5 miliar, disusul PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp33,5 miliar dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp26,7 miliar. Berikut daftar saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok pada perdagangan kemarin, meski sempat bertenaga pada awal pembukaan pasar, yang mana IHSG sempat melaju dengan kuat dan bahkan sempat naik 1%.

Tapi pada akhir perdagangan sesi kedua, IHSG berbalik arah dan ambruk ke level 6.858,90 atau turun 0,68%. Sebanyak 463 saham melemah, 207 menguat dan 151 lainnya stagnan.

Kenapa ini penting?

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 16,29 triliun yang melibatkan 32,97 miliar saham dalam 2,53 juta kali transaksi. Secara sektoral, sektor kesehatan menjadi penekan terbesar dengan koreksi mencapai 4,78%, disusul utilitas -2,24% serta teknologi melemah -4,08%. Dari sisi saham, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menjadi pemberat terbesar IHSG dengan kontribusi penurunan 24,21 poin indeks.

Saham MORA pada awalnya melaju kuat dengan kenaikan 15% lebih dan menjadi penggerak utama IHSG. Tapi tidak lama berselang, MORA anjlok hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) 15% ke level 7.650. ada Astra International (ASII) yang menekan indeks 7,98 poin, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 7,15 poin, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 6,64 poin.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *