0 0
Read Time:3 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Pekan Ini IHSG Dibayangi MSCI, Cek Saham yang Potensi Cuan | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,86% ke level 6.969,40 pada perdagangan Jumat (8/5). Tapi secara mingguan IHSG naik tipis atau 0,18%.

Sentimen pasar dinilai masih dibayangi rencana revisi PP Nomor 19 Tahun 2025 terkait kenaikan tarif royalti mineral strategis yang tengah dibahas Kementerian ESDM. indeks ETF Indonesia EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing turun 1,46% dan 2,59%. Kementerian ESDM diketahui tengah menggelar public hearing terkait penyesuaian tarif royalti untuk sejumlah komoditas mineral seperti tembaga, timah, nikel, emas, hingga perak. Revisi aturan dilakukan seiring kenaikan rata-rata Harga Mineral Acuan (HMA) sepanjang 2026.

Harga perak tercatat melonjak 107,4% menjadi US$79,27 per troy ons, timah naik 48,8% menjadi US$51.101 per ton, emas meningkat 40,6% menjadi US$4.746 per troy ons, tembaga naik 29% menjadi US$12.655 per dmt, dan nikel menguat 10,8% menjadi US$16.822 per dmt. Dalam usulan revisi tersebut, tarif royalti tembaga diusulkan naik menjadi 7%-10% dari sebelumnya 4%-7%. Royalti emas diusulkan meningkat menjadi 14%-20% dari sebelumnya 7%-16%, sementara tarif perak naik menjadi 6%-8% dari sebelumnya 5%.

Kenapa ini penting?

Untuk komoditas timah, tarif diusulkan naik menjadi 5%-12,5% dari sebelumnya 3%-10% dengan tambahan beberapa lapisan tarif baru. Adapun tarif nikel tidak berubah, meski interval harga dan jumlah bracket mengalami penyesuaian. Pemerintah juga mengusulkan tambahan iuran tetap untuk Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di atas 12 mil laut serta penambahan beberapa jenis royalti baru.

Di tengah sentimen tersebut, BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) masuk ke daftar High Shareholding Concentration (HSC) dengan kepemilikan terpusat mencapai 95,82% dari total saham perseroan. WBSA merupakan emiten pertama yang melantai di bursa tahun ini dengan free float 20,75% melalui pelepasan 1,8 miliar saham di harga Rp168 per saham. Perseroan kini menjadi emiten ke-10 yang masuk daftar HSC tahun ini bersama sejumlah saham lain seperti BREN dan DSSA. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan volatilitas perdagangan saham perseroan.

Sementara itu, kabar korporasi datang dari Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang resmi diambil alih Pacific Universal Investments, afiliasi CVC Capital Partners.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *