Equityworld Futures Medan β Update pasar: Rupiah Masih Terancam, Tapi Dolar Gak Bakal Tekan ke Rp18.000/US$! | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (8/5/2026). Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan pagi ini di zona merah dengan koreksi 0,06% ke level Rp17.340/US$. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan Kamis (7/5/2026), rupiah mampu ditutup menguat 0,29% ke posisi Rp17.330/US$. Meski telah balik ke zona di bawah Rp 17.400/US$ setelah tekanan awal pekan ini, sejumlah kalangan ekonom menganggap, potensi risiko pelemahan rupiah masih akan berlanjut pada kuartal II-2026. Kepala Riset Ekonomi Makro dan Market Permata Bank Faisal Rachman menjelaskan, selain akibat tingginya ketidakpastian global dan meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan, pelemahan rupiah saat ini juga dipengaruhi faktor musiman, yakni pembayaran aset keuangan domestik kepada investor non residen yang meningkatkan kebutuhan dolar AS. “Pada Q2 2026 memang ada pola musiman pembayaran return aset keuangan domestik ke non residen yang mengakibatkan pelemahan Rupiah,” ujar Faisal kepada PT Equityworld Futures dikutip Jumat (8/5/2026).
Di sisi lain, terdapat ketidakpastian global yang masih membayangkan rupiah dan mengakibatkan meningkatnya sentimen risk-off. Kendati demikian, Faisal menilai tekanan depresiasi rupiah masih relatif terkendali dan peluang menembus Rp 18.000/US$ belum terlalu besar. “Tekanan depresiasi kemungkinan besar akan berlanjut, tapi rasanya Rupiah masih akan mampu bertahan di bawah Rp 18.000,” ujarnya. Senada, Ekonom Global Markets Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menjelaskan ruang pelemahan rupiah saat ini cenderung terbatas karena tekanan capital outflow tidak lagi sebesar awal tahun.
Pasalnya, investor asing sebelumnya sudah banyak keluar dari pasar saham domestik sepanjang Januari hingga Maret 2026. potensi arus keluar lanjutan dinilai tidak akan terlalu besar. “Karena dari permintaan valas itu. Kalaupun ada capital outflow di pasar saham, ya saya rasa sih tekanannya sudah tidak sebesar pada periode awal tahun ini ya, jadi ya kalaupun ada outflow di pasar saham ataupun pasar surat utang negara, dampaknya tidak sebesar pada periode bulan Januari, Februari ataupun Maret,” ujar Myrdal kepada PT Equityworld Futures dikutip Jumat (8/5/2026). Bank Indonesia dinilai masih memiliki kapasitas yang cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valas maupun pasar surat utang negara. Myrdal menambahkan, minat investor asing terhadap obligasi pemerintah Indonesia juga maish cukup tinggi, terutama ketika yield Surat Utang Negara (SUN) naik mendekati asumsi APBN sebesar 6,9%. “Di saat yieldnya itu mendekati asumsi yield APBN kita 6,9%, investor asing itu langsung masuk, jadi ya saya rasa sih kalau untuk dampak dari hot money outflow pengaruhnya sudah mulai terbatas,” ujarnya.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
π Baca Juga Artikel Terkait:
- β Video: Investor Masih Cemas Soal Peran Iran, IHSG dan Rupiah Masih Merah | Equityworld EWF Medan
- β Alamtri Resources Indonesia Akan Bagi Dividen USD 447,5 Juta | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- β Direktur Samudera Indonesia (SMDR) Tambah Saham | Equityworld EWF Medan
