0 0
Read Time:3 Minute, 34 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: IHSG Lagi on Fire, Kutukan “Sell ini May and Go Away” Tak Lagi Sakti? | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena anomali pasar ‘Sell in May and Go Away’ kembali menghantui pasar saham Indonesia bulan ini. Tapi perjalanan bursa saham Tanah Air dalam dua hari terakhir memberi kabar gembira dan menjauhkan dari kutukan “Sell in May and Go Away”.

Tapi sepertinya dalam dua hari perdagangan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.971,95 (+0,22%) pada perdagangan Senin (4/5/2026) dan pada level 7.057,11 (+1,22) pada perdagangan Selasa (5/5/2026). // Historis IHSG pada Bulan Mei dan Tren Aliran Dana Asing Berdasarkan pencatatan data selama 10 tahun terakhir sejak tahun 2016, bulan Mei cenderung memberikan hasil negatif bagi kinerja IHSG. Peluang IHSG untuk ditutup pada zona hijau hanya terjadi sebanyak 3 kali, sementara 7 kali sisanya berakhir di zona merah. Rata-rata pelemahan IHSG pada periode tersebut mencapai -0,55%.

Apa manfaatnya?

Pelemahan terdalam tercatat pada tahun 2023 sebesar -4,08%, disusul oleh tahun 2019 dengan koreksi mencapai -3,81%. Kinerja positif pada bulan Mei hanya terlihat pada tahun 2017, 2020, dan lonjakan anomali pada tahun 2025 sebesar 6,04%. // Tekanan eksternal sebenarnya sangat kuat menjelang Mei dan tercermin secara eksplisit dari pergerakan aliran dana asing di bursa domestik.

Berdasarkan data transaksi harian terbaru hingga pertengahan April 2026, terlihat adanya tren aksi jual bersih yang sangat masif oleh para investor asing. Pada tanggal 16 April 2026, tercatat pengeluaran dana asing sebesar Rp 8,21 triliun dengan volume perdagangan yang sangat tinggi, disusul rentetan aksi jual berkelanjutan hingga akhir April. Pada tanggal 28 April 2026, arus modal kembali keluar sebesar Rp 2,34 triliun, berlanjut dengan Rp 1,19 triliun pada hari berikutnya serta hari terakhir ditutup dengan outflow sebesar Rp1,48 triliun.

Tren distribusi modal keluar dengan volume yang tebal ini mengindikasikan sikap defensif investor institusional yang mulai membatasi eksposur pada aset berisiko di negara berkembang atau selama seminggu terakhir hanya dalam 4 hari perdagangan, IHSG mengalami outflow sebesar Rp 7,06 triliun. Sehingga hanya untuk hari perdagangan  April 2026 kemarin, total net outflow dari IHSG sangatlah besar mencapai level Rp -17,02 triliun. // Paralel Krisis Minyak 1973 dan Ancaman Inflasi Global Selain faktor musiman domestik, arah pergerakan pasar saham amat bergantung pada kondisi bursa Amerika Serikat. Terdapat indikasi sistemik bahwa pasar saham global saat ini menghadapi kondisi komoditas yang memiliki kemiripan dengan krisis minyak tahun 1973.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *