0 0
Read Time:3 Minute, 28 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: IHSG Turun 19%-Rupiah All Time Low, OJK Tidak Tinggal Diam | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan sejumlah langkah antisipasi terhadap potensi efek limpahan dari ketidakpastian kondisi geopolitik terhadap pasar saham domestik. Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa pihaknya dengan self regulatory organization (SRO) telah memperpanjang masa berlaku kebijakan buyback saham tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS), kemudian penundaan implementasi pembiayaan transaksi short selling, kebijakan trading hold, batasan auto rejection hingga September 2026. “Kami mengharapkan dengan adanya kebijakan tersebut akan menjaga stabilitas di pasar saham Indonesia,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki itu saat Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB April 2026 secara virtual, Selasa (5/5/2026). ia memastikan agenda reformasi integritas pasar modal terus berlanjut.

Kiki menyebut hal itu menjadi fondasi utama untuk meraih kepercayaan investor dan memperkuat kredibilitas sehingga pasar modal dapat semakin tumbuh secara berkelanjutan. Mempertimbangkan perkembangan terkini, OJK juga telah memperkuat pemantauan aktivitas valuta asing (valas) di lembaga jasa keuangan melalui pemantauan posisi devisa neto harian dan kepatuhan terhadap ketentuan valas terkait secara lebih intensif, serta supervisory dialogue dengan lembaga jasa keuangan. Lebih lanjut, Kiki mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dan bersinergi dengan lembaga-lembaga di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan juga kementerian lembaga terkait untuk memastikan agar sektor keuangan tetap stabil dan resilient di tengah gejola global. “Kemudian kalau kita melihat ya, stabilitas yang kita jaga ini tentunya akan menjadi modalitas utama untuk kita terus mendorong pertumbuhan ke depan,” tuturnya.

Apa manfaatnya?

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan sudah turun 19,33% secara year to date (ytd) atau sepanjang tahun ini. Sementara itu, rupiah menembus rekor terlemahnya, yakni Rp17.410 per dolar Amerika Serikat (AS). Kiki menyebut ketidakpastian kondisi geopolitik global yang berkepanjangan memang berpotensi memberikan tekanan pada perekonomian global. Hal ini tercermin pada meningkatnya volatilitas pasar keuangan, kemudian tingkat inflasi global, serta tentunya aliran dana keluar dari mayoritas emerging market.

Dalam rangka mengantisipasi dampaknya terhadap stabilitas sektor jasa keuangan, OJK terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kinerja sektor jasa keuangan, termasuk melakukan stress test dengan berbagai skenario, serta melakukan penguatan pengawasan.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *