Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Sektor Manufaktur Dalam Negeri Tertekan Inflasi Biaya | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
DATA terbaru S&P Global menunjukkan aktivitas manufaktur Indonesia masuk fase kontraksi pada April 2026. Purchasing Managers Index (PMI) turun dari 50,1 pada Maret menjadi 49,1. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai penurunan ini menandai kontraksi pertama dalam sembilan bulan terakhir dan terjadi di tengah tekanan inflasi yang semakin kuat, baik dari sisi global maupun domestik. Menurut dia, pelemahan ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari fenomena global yang lebih luas.
“Kita melihat divergensi yang sangat jelas antara negara maju dan ASEAN,” kata Fakhrul melalui keterangan tertulis pada Senin, 4 Mei 2026. Fakhrul berpandangan Amerika Serikat dan Jepang justru mengalami akselerasi manufaktur karena fenomena safety stock building.
Sementara itu, negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, mulai tertekan inflasi biaya dan gangguan rantai pasok.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Surabaya Jadi Motor Industri, Pameran Energi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Kemenkeu Targetkan Rp 36 Triliun Lelang SUN Pekan Depan | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Menguat 6,14 Persen, Ini Rekomendasi Saham Sepekan ke Depan | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
