0 0
Read Time:3 Minute, 56 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Laba Vale (INCO) Melejit 100% di Q1 2026, Tembus US$ 43,6 Juta | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kinerja positif sepanjang Kuartal I-2026. INCO berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 100% menjadi US$ 43,6 juta atau sekitar Rp 752 miliar (asumsi kurs Rp 17.255 per US$) pada Kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Kuartal I-2025) yang tercatat sebesar US$ 21,8 juta. Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, capaian ini tak terlepas dari peningkatan pendapatan dan EBITDA perusahaan.

Perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 22,3% menjadi US$ 252,7 juta pada Kuartal I-2026 dari US$ 206,6 juta pada Kuartal I-2025 lalu. Begitu juga dari sisi EBITDA melonjak 54,9% menjadi US$ 80,1 juta dari US$ 51,7 juta pada Kuartal I-2025. Melalui pernyataan resmi Vale, positifnya kinerja pada Kuartal I-2026 ini juga dipicu oleh meningkatnya harga nikel dunia. Selama Kuartal I-2026 PT Vale mencatat harga rata-rata nikel matte sebesar US$ 14.213 per metrik ton, meningkat 15% dari US$ 12.308 per metrik ton pada Kuartal IV-2025. “Yang perlu diperhatikan, tahun 2026 menandai tahun penuh pertama penjualan nikel matte dengan tingkat pembayaran 82%, yang memberikan basis pendapatan yang lebih kuat dan visibilitas margin yang lebih baik,” ungkap perusahaan, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (29/4/2026). “Ke depannya, dengan harga nikel LME yang diperkirakan akan tetap berada pada tren kenaikan, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk lebih meningkatkan nilai dari struktur komersialnya yang telah Dari sisi biaya, biaya tunai per unit penjualan nikel matte pada Kuartal I-2026 tetap kompetitif di US$ 10.382 per ton, sedikit lebih tinggi dari US$ 9.573 per ton pada Kuartal IV-2025, terutama mencerminkan harga input komoditas yang lebih tinggi. Untuk bisnis bijih nikel, biaya tunai per unit tetap stabil, dengan Bahodopi di US$ 21 per ton dan Pomalaa di US$ 13 per ton, termasuk royalti dan logistik. “Dalam waktu dekat, Perseroan mengharapkan optimalisasi biaya tunai akan didorong oleh volume penjualan yang lebih tinggi dari blok Pomalaa seiring dengan peningkatan skala operasi.

Peningkatan volume diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan menghasilkan skala ekonomi yang lebih besar, yang sebagian akan mengimbangi basis biaya yang secara struktural lebih tinggi di Bahodopi dan mendukung profil biaya keseluruhan yang lebih seimbang,” bunyi pernyataan perusahaan. Dari sisi produksi, Vale mencatatkan produksi nikel matte sebesar 13.620 metrik ton pada Kuartal I-2026, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17.027 metrik ton. “Hasil ini sepenuhnya sesuai dengan rencana Perseroan, yang mencerminkan optimalisasi kegiatan pemeliharaan yang terencana, termasuk pembangunan kembali Furnace 3 yang dijadwalkan selesai pada semester pertama tahun 2026, serta dampak dari persetujuan RKAB 2026,” jelas perusahaan. “Sejalan dengan penyesuaian produksi yang direncanakan, pengiriman nikel matte menurun sebesar 25% secara triwulanan. Ke depan, PT Vale tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target produksi setahun penuh sebesar 67.645 ton dan berada pada posisi yang baik untuk memperoleh peningkatan dari harga nikel LME yang lebih tinggi,” ungkapnya. Selain produksi nikel matte, tahun 2026 merupakan tahun penting dalam lintasan pertumbuhan PT Vale, karena Perseroan mulai mengoperasikan tiga blok pertambangan, yaitu Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa secara bersamaan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *