0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Ada Kisruh OPEC, Purbaya Beri Pengumuman Penting Jelang Rapat The Fed | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Pasar keuangan Indonesia kembali ditutup beragam pada perdagangan kemarin, Selasa (28/4/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah, rupiah ikut tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sementara imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) turun.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatil pada hari ini. Selengkapnya mengenai sentimen pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini. IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada perdagangan Selasa (28/4/2026).

Kenapa ini penting?

Pelemahan ini sekaligus membuat IHSG terkoreksi dalam tujuh hari perdagangan beruntun. // Sepanjang perdagangan kemarin, sebanyak 350 saham melemah, 339 saham menguat, dan 129 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp17,51 triliun, dengan melibatkan 31,94 miliar saham dalam 2,14 juta kali transaksi.

Investor asing juga masih mencatat aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp2,35 triliun di pasar saham domestik. Mengutip data IDX, tekanan terhadap IHSG terutama datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pemberat terbesar setelah turun 5,09% dan menyeret IHSG sebesar 8,36 poin.

Selain AMMN, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga masih menjadi beban indeks. DSSA turun 4,34% dan menekan IHSG sebesar 7,05 poin. Saham ini masih berada dalam tekanan setelah menjadi perhatian pasar terkait sentimen MSCI dan kepemilikan saham terkonsentrasi.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Dampak ke Pasar: Kebijakan The Fed berpengaruh terhadap aliran modal asing dan stabilitas rupiah. Kenaikan suku bunga The Fed cenderung mendorong penguatan dolar AS dan berpotensi menekan aset berisiko termasuk saham emerging market seperti Indonesia.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *