Equityworld Futures Medan – Update pasar: Saham Melambung Ribuan Persen, Laba MORA Cuma Naik 23% | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Emiten menara telekomunikasi PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 23,16% pada kuartal pertama tahun 2026. Torehan tersebut tampak kerdil jika dibandingkan dengan reli harga saham MORA yang telah melesat ribuan persen sejak tahun lalu. Diketahui, dalam setahun terakhir saham MORA telah melesat 1.115%. Merujuk pada laporan keuangan terbaru dikutip dari keterbukaan informasi BEI, laba tahun berjalan emiten telekomunikasi ini per Maret 2026 tercatat sebesar Rp128,82 miliar.
Sementara di tahun 2025, perseroan membukukan laba sebesar Rp104,59 miliar. Peningkatan laba emiten yang kerap disebut Moratelindo tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan menjadi Rp962,60 miliar dari sebelumnya Rp895,45 miliar. Adapun beban pokoknya ikut terkerek ke Rp370,11 miliar.
Pendapatan MORA dikontribusi oleh pendapatan dari kontrak dengan pelanggan penyelenggaraan telekomunikasi sebesar Rp711,67 miliar. Adapun pendapatan non-penyelenggaraan telekomunikasi tercatat sebesar Rp224,53 miliar, serta indefeasible right of use sebesar Rp26,39 miliar. Meski mengalami pertumbuhan kinerja tipis, harga saham MORA justru melambung tinggi. Dalam jangka waktu satu tahun, saham MORA telah naik 1,035.87% ke level Rp5.225 per saham.
Apa manfaatnya?
Dari sisi valuasi, MORA saat ini diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) 275,49 kali, jauh di atas rata-rata subsektor telekomunikasi sepantarannya. Sebagai perbandingan PER Telkom (TLKM) 14,17, Mitratel (MTEL) 20,90, TBIG 28,58 dan ISAT 11,68. Dari segi permodalan, per Maret 2026, perusahaan mencatatkan aset sebesar Rp14,92 triliun. Hal ini naik dari periode sebelumnya dengan perolehan Rp14,76 triliun.
Adapun liabilitas dan ekuitas MORA tercatat sebesar masing-masing Rp6,86 triliun dan Rp8 triliun.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Harga Emas dan Perak Mengamuk Lagi, Saatnya Pesta Lagi? | Equityworld EWF Medan
- → Mendag Akui Harga Minyak Goreng Naik Dipicu Kenaikan Harga Plastik | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
