0 0
Read Time:2 Minute, 50 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Beda Aksi SBY Sampai Prabowo Hadapi Harga Minyak Melonjak Berkali-kali | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Harga minyak global belakangan ini kembali melonjak tajam akibat memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah pecah perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Konflik tersebut berdampak besar terhadap jalur energi dunia karena Iran sempat memblokade akses pelayaran, termasuk kapal tanker minyak, di Selat Hormuz. Padahal, Selat Hormuz merupakan jalur yang sangat vital bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintas dari kawasan tersebut. setiap gangguan di jalur ini hampir selalu langsung mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Mengacu pada data Refinitiv, harga minyak Brent bahkan sempat menyentuh US$119 per barel secara intraday pada 31 Maret 2026, level tertinggi sejak gejolak besar pasar energi pada periode perang Rusia-Ukraina tahun 2022. // Lonjakan ini mengingatkan Indonesia pada sejumlah periode sebelumnya, ketika harga minyak dunia juga sempat naik tajam dan melampaui asumsi makro dalam APBN. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah biasanya dipaksa mengambil langkah penyesuaian, mulai dari revisi asumsi harga minyak, perubahan subsidi energi, hingga penyesuaian harga BBM di dalam negeri. PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang dijual di SPBU.

Kenapa ini penting?

Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku sejak 18 April 2026, sebagaimana tercantum dalam situs resmi Pertamina.Kenaikan harga terjadi pada beberapa produk BBM non subsidi, dengan lonjakan yang cukup signifikan, terutama pada jenis diesel dan bensin beroktan tinggi. Sebagai contoh di DKI Jakarta, Pertamax Turbo (RON 98) ditetapkan menjadi Rp19.400 per liter atau naik dari yang sebelumnya Rp13.100 per liter.

Sementara itu Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp23.600 per liter atau naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter.

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *