0 0
Read Time:3 Minute, 28 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: 500 Juta Barel Minyak Hilang Saat Perang, Setara Dunia Lumpuh 11 Hari | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Dunia telah kehilangan lebih dari US$50 miliar atau sekitar Rp 859.000 triliun (US$ 1=R[ 17.180) nilai minyak mentah yang gagal diproduksi sejak perang Iran pecah hampir 50 hari lalu. Dampak lanjutan krisis ini diperkirakan masih akan terasa selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun ke depan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Jumat (17/4/2026) mengatakan Selat Hormuz kembali terbuka setelah kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Presiden AS Donald Trump juga menyebut kesepakatan mengakhiri perang Iran akan tercapai segera, meski waktunya belum jelas. Menurut data Kpler, dikutip dari Reuters, sejak konflik dimulai akhir Februari, lebih dari 500 juta barel minyak mentah dan kondensat hilang dari pasar global, Ini disebut sebagai gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern. Sebagai gambaran, kehilangan 500 juta barel minyak setara dengan pengurangan permintaan aviasi global selama 10 minggu, tidak ada perjalanan darat kendaraan di seluruh dunia selama 11 hari, dan tidak ada pasokan minyak bagi ekonomi global selama lima hari Jumlah itu juga setara dengan hampir 1 bulan konsumsi minyak AS, lebih dari 1 bulan kebutuhan minyak seluruh Eropa, sekitar 6 tahun konsumsi bahan bakar militer AS, dan cukup untuk menjalankan pelayaran internasional dunia selama 4 bulan Negara-negara Teluk Arab kehilangan sekitar 8 juta barel per hari produksi minyak pada Maret, hampir setara gabungan produksi Exxon Mobil dan Chevron, dua perusahaan minyak terbesar dunia. Ekspor bahan bakar jet dari Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman turun dari 19,6 juta barel pada Februari menjadi hanya 4,1 juta barel untuk Maret dan April sejauh ini.

Kenapa ini penting?

Penurunan ekspor itu cukup untuk sekitar 20.000 penerbangan pulang-pergi antara bandara JFK New York dan Heathrow London, menurut estimasi Reuters. Dengan harga minyak rata-rata US$100 per barel sejak konflik dimulai, volume yang hilang itu berarti sekitar US$50 miliar pendapatan lenyap. Nilai ini setara 1% PDB tahunan Jerman, atau hampir seluruh ekonomi negara kecil seperti Latvia dan Estonia.

Meski Selat Hormuz disebut sudah terbuka, pemulihan produksi dan distribusi diperkirakan berjalan lambat. Persediaan minyak mentah darat global turun sekitar 45 juta barel sepanjang April.

Sejak akhir Maret, gangguan produksi mencapai sekitar 12 juta barel per hari. Ladang minyak berat di Kuwait dan Irak diperkirakan butuh 4-5 bulan untuk kembali normal.

Kerusakan kapasitas kilang dan kompleks LNG Ras Laffan Qatar membuat pemulihan penuh infrastruktur energi kawasan bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *