Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Media Asing Soroti Saham Gorengan RI, Sebut Lebih Mahal dari Nvidia | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Media asing menyoroti “saham gorengan” di pasar modal Indonesia. Financial Times menyorot adanya saham gorengan yang lebih mahal dari saham Nvidia, saham milik salah satu orang terkaya di dunia.
Sejumlah saham yang disorot antara lain, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSAA) yang merupakan perusahaan terbesar ketiga di Indonesia dan utamanya fokus sebagai produsen batu bara. Tapi valuasi perusahaan tersebut mencerminkan valuasi yang amat tinggi melampaui perusahaan rintisan Silicon Valley. Saham DSSA bernilai 135 kali lipat dari laba perusahaan, yang disebut Financial Times sebagai valuasi yang bahkan perusahaan dengan pertumbuhan paling cepat pun akan kesulitan untuk memberikan justifikasi. Nvidia, yang chip AI-nya telah menjadikannya favorit pasar saham dan mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi US$4,6 triliun, memiliki rasio harga terhadap laba (P/E) sebesar 38. Dian Swastatika Sentosa adalah salah satu dari delapan dari 25 perusahaan terdaftar teratas di Indonesia dengan P/E lebih dari 100, menurut analisis FT.
Banyak di antaranya terkait dengan konglomerat yang dikendalikan oleh taipan terkaya di Indonesia. “Sangat jelas pada metrik valuasi tertentu bahwa hal itu sangat jauh dari kenyataan,” kata Gary Tan, manajer portofolio pasar negara berkembang di Allspring Global Investments kepada Financial Times, dikutip Jumat (17/4/2026). Nilai valuasi yang sangat tinggi mencerminkan rendahnya free float perusahaan-perusahaan ini, yang berarti sebagian besar saham dipegang oleh pemegang saham pengendali dan hanya sedikit yang tersedia bagi investor untuk dibeli dan dijual. Hal ini menggambarkan masalah yang diungkapkan oleh penyedia indeks global MSCI pada bulan Januari, ketika mereka mengungkapkan keraguan tentang kelayakan investasi Indonesia, dan memperingatkan kemungkinan penurunan peringkat dari status pasar ‘berkembang’ menjadi ‘pasar perbatasan’.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Bulog Jamin Harga Beras Stabil Meski Biaya Kemasan Plastik Naik | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Net Sell Asing Menciut, tapi Saham Bank Masih Banyak Dilepas | Equityworld EWF Medan
- → Temui Putin, Prabowo Bakal Pastikan Ketersediaan Minyak dari Rusia | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
