Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: BI Bakal Gencar Terbitkan SRBI Demi Amankan Rupiah | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan rencananya untuk kembali memperbanyak penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kebijakan itu ia sebut sebagai bentuk respons dari dampak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran yang telah membuat gejolak tinggi di pasar keuangan global, hingga menyebabkan tekanan pada nilai tukar rupiah dan keluarnya aliran modal asing. “kenapa sekarang untuk 2026 ini untuk SRBI mulai akan naik ini agar kami harus juga balance keperluan stabilkan nilai tukar rupiah, intervensi, dan bagaimana outflow tidak terlalu buruk,” kata Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Meski begitu, Perry belum mengungkapkan volume yang ditargetkan untuk kembali memperbanyak penerbitan SRBI hingga akhir tahun ini.
Tapi yang jelas kebijakan ini akan membalikkan arah kebijakan SRBI yang justru makin dilonggarkan pada 2025. Pada tahun lalu, Perry mengatakan, BI terus menurunkan volume penerbitan SRBI dengan besaran Rp 192,64 triliun dari Rp 923,53 triliun pada 31 Desember 2024 menjadi Rp 730,89 triliun pada 31 Desember 2025. Tujuannya untuk memacu bank untuk menyalurkan kredit karena likuiditas melimpah dengan penurunan SRBI itu.
Kenapa ini penting?
Lalu, pada Januari 2026 mulai ada peningkatan penerbitan SRBI dengan nilai mencapai Rp 755 triliun. Berlanjut pada Februari 2026 menjadi Rp 837 triliun, dan per 30 Maret 2026 di posisi Rp 831 triliun. Sementara itu, dengan meningkatkan volume penerbitan SRBI, BI tengah menyerap likuiditas dari lembaga jasa keuangan untuk memperkuat cadangan devisa.
Kebijakan ini kata dia akan seiring dengan makin tertutupnya ruang penurunan suku bunga BI Rate demi menjaga stabilitas kurs. “SRBI yang tahun lalu kami turunkan secara cepat ini memang harus kami lakukan rekalibrasi supaya menarik inflow tapi tetap kecukupan likuiditas kami jaga, M0 nya tetap double digit bahkan 13,3% kami jaga,” tegas Perry.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Equityworld EWF Medan | Emas Hijau RI Mendunia, Jadi Buruan Arab Hingga Korsel
- → Komitmen Investasi Indonesia dengan Jepang dan Korsel Capai Rp574 T | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Kapal Tidak Bisa Lewat Teluk Persia, Kuwait Pangkas Produksi Minyak | Equityworld EWF Medan
